Platform Digital Pertamina Bantu UMK Naik Kelas Lebih Cepat
Senin, 21 Juli 2025 - 21:46 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) meluncurkan inovasi terbaru berupa platform Learning Management System (LMS) dalam program Pertamina UMK Academy 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meluncurkan inovasi terbaru berupa platform Learning Management System (LMS) dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam menerapkan berbagai ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan bisnis mereka.
Platform LMS merupakan ekosistem pembelajaran digital terintegrasi yang dirancang khusus untuk mempercepat pertumbuhan UMK di Indonesia. Dengan basis digital, peserta dapat mengakses seluruh materi, tugas, dan evaluasi kapan saja dan di mana saja, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel.
"Inovasi ini mendorong peserta Pertamina UMK Academy 2025 untuk lebih aktif dalam mempraktikkan ilmu yang didapat, sehingga program ini dapat memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka. Dengan demikian, UMK dapat lebih cepat naik kelas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Rudi Arifianto, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina dalam pernyataannya, Senin (21/7).
Baca Juga: Pertamina UMK Academy 2025 Dorong Bisnis dan Perluas Pasar UMKM
Melalui platform ini, peserta dapat menonton video pembelajaran dan mengunduh berbagai materi sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu Kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Terdapat lebih dari 30 modul yang dirancang untuk memberikan pengetahuan bisnis yang komprehensif.
Materi yang disediakan mencakup badan hukum usaha, legalitas dan sertifikasi, desain kemasan, serta pembuatan SOP untuk kelas Go Modern. Kelas Go Digital menawarkan materi tentang digital marketing, Google My Business, dan strategi branding. Sementara itu, kelas Go Online mencakup manajemen logistik dan iklan digital, dan kelas Go Global memuat prosedur ekspor dan riset pasar global.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi wajib seperti siklus bisnis UMK, Business Model Canvas (BMC), manajemen keuangan, serta prinsip Go Green dan ekonomi sirkuler.
Dengan LMS, pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui mekanisme gamifikasi, sehingga peserta tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk terus berkembang. "Melalui platform digital ini, Pertamina dapat memberikan standar kualitas pendampingan yang seragam bagi 1.490 UMK di seluruh Indonesia. Proses pembelajaran juga terukur dan berbasis data, sehingga keberhasilan program dapat diukur secara kuantitatif," jelas Rudi.
Baca Juga: Pertamina Salurkan Hibah Alat Teknologi Rp800 Juta bagi Pemenang UMK Academy
Para peserta Pertamina UMK Academy 2025 mengakui manfaat dari platform LMS. Hilda Puspita Pratyaharani, pemilik Meat Story, menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pengelolaan bisnis dan legalitas usaha. "Materi disampaikan dengan sangat relevan dan mudah dipahami," ujarnya.
Priskila Eka, pemilik Tako-Tako, menambahkan, "Platform ini sangat membantu karena bisa diakses kapan saja. Materinya dikemas ringkas dan aplikatif." Sementara itu, Daniel Alexander dari Grace Garage mengungkapkan rasa syukurnya atas fleksibilitas waktu belajar yang ditawarkan. "Kelasnya bisa disesuaikan dengan aktivitas kita, dan materi serta videonya dapat diunduh untuk dipelajari kapan saja," katanya.
Program pengembangan UMK yang dilakukan Pertamina sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Diharapkan, pengembangan ini dapat mendorong UMK untuk tumbuh dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Platform LMS merupakan ekosistem pembelajaran digital terintegrasi yang dirancang khusus untuk mempercepat pertumbuhan UMK di Indonesia. Dengan basis digital, peserta dapat mengakses seluruh materi, tugas, dan evaluasi kapan saja dan di mana saja, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel.
"Inovasi ini mendorong peserta Pertamina UMK Academy 2025 untuk lebih aktif dalam mempraktikkan ilmu yang didapat, sehingga program ini dapat memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka. Dengan demikian, UMK dapat lebih cepat naik kelas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Rudi Arifianto, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina dalam pernyataannya, Senin (21/7).
Baca Juga: Pertamina UMK Academy 2025 Dorong Bisnis dan Perluas Pasar UMKM
Melalui platform ini, peserta dapat menonton video pembelajaran dan mengunduh berbagai materi sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu Kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Terdapat lebih dari 30 modul yang dirancang untuk memberikan pengetahuan bisnis yang komprehensif.
Materi yang disediakan mencakup badan hukum usaha, legalitas dan sertifikasi, desain kemasan, serta pembuatan SOP untuk kelas Go Modern. Kelas Go Digital menawarkan materi tentang digital marketing, Google My Business, dan strategi branding. Sementara itu, kelas Go Online mencakup manajemen logistik dan iklan digital, dan kelas Go Global memuat prosedur ekspor dan riset pasar global.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi wajib seperti siklus bisnis UMK, Business Model Canvas (BMC), manajemen keuangan, serta prinsip Go Green dan ekonomi sirkuler.
Dengan LMS, pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui mekanisme gamifikasi, sehingga peserta tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk terus berkembang. "Melalui platform digital ini, Pertamina dapat memberikan standar kualitas pendampingan yang seragam bagi 1.490 UMK di seluruh Indonesia. Proses pembelajaran juga terukur dan berbasis data, sehingga keberhasilan program dapat diukur secara kuantitatif," jelas Rudi.
Baca Juga: Pertamina Salurkan Hibah Alat Teknologi Rp800 Juta bagi Pemenang UMK Academy
Para peserta Pertamina UMK Academy 2025 mengakui manfaat dari platform LMS. Hilda Puspita Pratyaharani, pemilik Meat Story, menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pengelolaan bisnis dan legalitas usaha. "Materi disampaikan dengan sangat relevan dan mudah dipahami," ujarnya.
Priskila Eka, pemilik Tako-Tako, menambahkan, "Platform ini sangat membantu karena bisa diakses kapan saja. Materinya dikemas ringkas dan aplikatif." Sementara itu, Daniel Alexander dari Grace Garage mengungkapkan rasa syukurnya atas fleksibilitas waktu belajar yang ditawarkan. "Kelasnya bisa disesuaikan dengan aktivitas kita, dan materi serta videonya dapat diunduh untuk dipelajari kapan saja," katanya.
Program pengembangan UMK yang dilakukan Pertamina sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Diharapkan, pengembangan ini dapat mendorong UMK untuk tumbuh dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
(nng)
Lihat Juga :