DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:32 WIB
loading...
DSI Diminta Tak Kuasai...
Seorang pria menggunakan sepeda motor untuk mengangkut buah kelapa sawit di sebuah perkebunan di Polewali Mandar. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mendorong Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk fokus menjadi pengawas dan verifikator perdagangan sawit, bukan sebagai pengendali tunggal. Usulan ini disampaikan untuk menjaga keseimbangan pasar dan melindungi petani dari potensi tekanan harga.

"Petani sawit selama ini sudah menanggung banyak beban," kata Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto seperti dikutip, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis

POPSI menilai kehadiran DSI berpotensi memperpanjang rantai pasok jika tidak diatur dengan tepat, sehingga dapat menekan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Selain itu, ketidakjelasan mekanisme tata kelola ekspor dinilai turut memicu keraguan pasar internasional.



POPSI mengusulkan pembangunan platform digital perdagangan sawit nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk ekspor. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi tanpa menciptakan sentralisasi atau monopoli baru dalam perdagangan.

Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data produksi petani, pabrik kelapa sawit, stok minyak sawit mentah (CPO), transaksi domestik dan ekspor, hingga arus pembayaran dan devisa secara real time. Sistem ini juga perlu terhubung dengan lembaga terkait seperti Bea Cukai, Badan Pengelola Dana Perkebunan, serta sektor perbankan dan logistik nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved