Program Desa Maju Prudential Jangkau Lebih 35.000 Penerima Manfaat
Selasa, 22 Juli 2025 - 13:32 WIB
loading...
Prudential Indonesia memperluas jangkauan Program Desa Maju Prudential (DMP). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperluas jangkauan Program Desa Maju Prudential (DMP) dengan menggandeng Habitat for Humanity Indonesia. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Tanjung Anom, Banten, kini program berlanjut ke Kampung Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan tangguh secara finansial," ujar President Director Prudential Indonesia, Tony Benitez dalam pernyataannya, Selasa (22/7).
Baca Juga: Prudential Syariah Proteksi 300.000 Peserta dengan Asuransi Syariah
Kampung Tanjung Kait dihuni oleh lebih dari seratus keluarga prasejahtera, mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Warga di wilayah pesisir utara Banten ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, hingga akses terbatas terhadap air bersih dan kepemilikan lahan.
Melalui pendekatan partisipatif dan terintegrasi, Prudential Indonesia dan Habitat Indonesia menyusun rencana pengembangan desa secara inklusif. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan kepastian hukum atas tanah yang ditempati warga, serta peningkatan potensi pariwisata dan ekonomi lokal.
Dia menegaskan, misi perusahaan tidak sebatas pada layanan perlindungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Prudential Indonesia membangun 51 unit rumah layak huni, serta fasilitas umum yang menunjang kualitas hidup. Lingkungan yang tertata diharapkan membuka peluang ekonomi berbasis komunitas dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menambahkan bahwa keberlanjutan adalah kunci utama. "Kami tidak hanya membangun rumah, tapi juga harapan dan masa depan," ujarnya.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan sosial berkelanjutan. Selama hampir 30 tahun hadir di Indonesia, Prudential telah menjalankan berbagai inisiatif sosial yang selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pembangunan permukiman, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan akses terhadap layanan dasar.
Baca Juga: Prudential Indonesia Bukukan Pendapatan Premi Rp20,8 Triliun di 2024
Sejak diluncurkan pada 2020, Program DMP telah menjangkau lebih dari 35.000 penerima manfaat, terdiri atas 10.891 penerima langsung dan 24.384 penerima tidak langsung. Dampak program meliputi akses air bersih, pelatihan kewirausahaan, edukasi kesehatan, hingga penurunan kasus penyakit seperti TBC dan diare.
National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyatakan kolaborasi selama tujuh tahun terakhir membuktikan bahwa keterlibatan sektor swasta mampu menciptakan perubahan nyata. "Ini tidak hanya bantuan, melainkan pemberdayaan menuju kehidupan yang lebih bermartabat," tegas dia.
Program DMP juga melibatkan lebih dari 1.300 relawan PRUVolunteers yang turun langsung ke lapangan. Kehadiran mereka memperkuat semangat gotong royong dan menjadi penggerak utama pembangunan sosial di tingkat akar rumput.
Warga Tanjung Kait seperti Ibu Maswah merasakan langsung manfaat program ini. "Kami sangat bersyukur rumah kami yang terpencil masih dibantu. Sekarang kami bisa tinggal lebih layak dan sehat," ujarnya.
"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan tangguh secara finansial," ujar President Director Prudential Indonesia, Tony Benitez dalam pernyataannya, Selasa (22/7).
Baca Juga: Prudential Syariah Proteksi 300.000 Peserta dengan Asuransi Syariah
Kampung Tanjung Kait dihuni oleh lebih dari seratus keluarga prasejahtera, mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Warga di wilayah pesisir utara Banten ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, hingga akses terbatas terhadap air bersih dan kepemilikan lahan.
Melalui pendekatan partisipatif dan terintegrasi, Prudential Indonesia dan Habitat Indonesia menyusun rencana pengembangan desa secara inklusif. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan kepastian hukum atas tanah yang ditempati warga, serta peningkatan potensi pariwisata dan ekonomi lokal.
Dia menegaskan, misi perusahaan tidak sebatas pada layanan perlindungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Prudential Indonesia membangun 51 unit rumah layak huni, serta fasilitas umum yang menunjang kualitas hidup. Lingkungan yang tertata diharapkan membuka peluang ekonomi berbasis komunitas dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menambahkan bahwa keberlanjutan adalah kunci utama. "Kami tidak hanya membangun rumah, tapi juga harapan dan masa depan," ujarnya.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan sosial berkelanjutan. Selama hampir 30 tahun hadir di Indonesia, Prudential telah menjalankan berbagai inisiatif sosial yang selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pembangunan permukiman, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan akses terhadap layanan dasar.
Baca Juga: Prudential Indonesia Bukukan Pendapatan Premi Rp20,8 Triliun di 2024
Sejak diluncurkan pada 2020, Program DMP telah menjangkau lebih dari 35.000 penerima manfaat, terdiri atas 10.891 penerima langsung dan 24.384 penerima tidak langsung. Dampak program meliputi akses air bersih, pelatihan kewirausahaan, edukasi kesehatan, hingga penurunan kasus penyakit seperti TBC dan diare.
National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyatakan kolaborasi selama tujuh tahun terakhir membuktikan bahwa keterlibatan sektor swasta mampu menciptakan perubahan nyata. "Ini tidak hanya bantuan, melainkan pemberdayaan menuju kehidupan yang lebih bermartabat," tegas dia.
Program DMP juga melibatkan lebih dari 1.300 relawan PRUVolunteers yang turun langsung ke lapangan. Kehadiran mereka memperkuat semangat gotong royong dan menjadi penggerak utama pembangunan sosial di tingkat akar rumput.
Warga Tanjung Kait seperti Ibu Maswah merasakan langsung manfaat program ini. "Kami sangat bersyukur rumah kami yang terpencil masih dibantu. Sekarang kami bisa tinggal lebih layak dan sehat," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :