Capai Valuasi USD1 Triliun, Perusahaan Asia Ini Berada di Antara Raksasa Teknologi AS
Kamis, 24 Juli 2025 - 07:34 WIB
loading...
Pembuat chip terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), telah menjadi perusahaan Asia pertama yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar USD1 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pembuat chip terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) telah menjadi perusahaan Asia pertama yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar USD1 triliun, menurut data perdagangan. TSMC pertama kali mencapai level tersebut pada akhir pekan kemarin dan masih menjaganya sejak saat itu.
Lonjakan ini didorong oleh permintaan global yang tak henti-hentinya terhadap chip AI canggih, menempatkan TSMC dalam klub kapitalisasi pasar triliun dolar, bersamaan dengan raksasa teknologi AS seperti Nvidia, Apple, Microsoft, induk Google Alphabet, Amazon, dan Meta. Satu-satunya anggota non-AS lainnya yang berada di klub ini adalah Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas nasional Arab Saudi.
TSMC memainkan peran penting dalam rantai pasokan teknologi global, sebagai penyuplai semikonduktor untuk mayoritas pelanggan yang berasal dari Amerika, termasuk Nvidia dan Apple. Pada tahun 2024, klien mereka dari Amerika Utara diperkirakan menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan perusahaan, menurut Reuters.
Baca Juga: TSMC Hentikan Produksi Chip AI untuk Perusahaan China
Minggu lalu, TSMC menaikkan perkiraan pertumbuhan pendapatan tahunan menjadi sekitar 30%. Pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100% pada semikonduktor buatan asing – termasuk chip dari Taiwan – sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali industri manufaktur domestik.
Pada bulan Maret, TSMC mengumumkan peningkatan besar terhadap investasinya di AS, dan berjanji bakal menambahkan sebesar USD100 miliar di atas komitmen sebelumnya sebesar USD65 miliar untuk pabrik manufaktur semikonduktor canggih di Phoenix, Arizona.
Baca Juga: 140 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS, Perang Dagang Chip Memanas
TSMC menggambarkan proyek ini sebagai "investasi langsung asing tunggal terbesar dalam sejarah AS." Ketika tarif 'Hari Pembebasan' Trump diumumkan pada bulan April, semikonduktor dikecualikan dari kebijakan tarif tinggi Trump.
Lonjakan ini didorong oleh permintaan global yang tak henti-hentinya terhadap chip AI canggih, menempatkan TSMC dalam klub kapitalisasi pasar triliun dolar, bersamaan dengan raksasa teknologi AS seperti Nvidia, Apple, Microsoft, induk Google Alphabet, Amazon, dan Meta. Satu-satunya anggota non-AS lainnya yang berada di klub ini adalah Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas nasional Arab Saudi.
TSMC memainkan peran penting dalam rantai pasokan teknologi global, sebagai penyuplai semikonduktor untuk mayoritas pelanggan yang berasal dari Amerika, termasuk Nvidia dan Apple. Pada tahun 2024, klien mereka dari Amerika Utara diperkirakan menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan perusahaan, menurut Reuters.
Baca Juga: TSMC Hentikan Produksi Chip AI untuk Perusahaan China
Minggu lalu, TSMC menaikkan perkiraan pertumbuhan pendapatan tahunan menjadi sekitar 30%. Pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100% pada semikonduktor buatan asing – termasuk chip dari Taiwan – sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali industri manufaktur domestik.
Pada bulan Maret, TSMC mengumumkan peningkatan besar terhadap investasinya di AS, dan berjanji bakal menambahkan sebesar USD100 miliar di atas komitmen sebelumnya sebesar USD65 miliar untuk pabrik manufaktur semikonduktor canggih di Phoenix, Arizona.
Baca Juga: 140 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS, Perang Dagang Chip Memanas
TSMC menggambarkan proyek ini sebagai "investasi langsung asing tunggal terbesar dalam sejarah AS." Ketika tarif 'Hari Pembebasan' Trump diumumkan pada bulan April, semikonduktor dikecualikan dari kebijakan tarif tinggi Trump.
(akr)
Lihat Juga :