IdeaFest 2025 Tawarkan Solusi Konkret Atasi Krisis Lapangan Kerja
Kamis, 24 Juli 2025 - 14:21 WIB
loading...
IdeaFest 2025 hadir sebagai ruang alternatif yang menawarkan solusi terhadap krisis lapangan kerja yang makin terasa, terutama di kalangan anak muda. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - IdeaFest 2025 hadir sebagai ruang alternatif yang menawarkan solusi terhadap krisis lapangan kerja yang makin terasa, terutama di kalangan anak muda . Di tengah bonus demografi, Indonesia justru dihadapkan pada ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan minimnya peluang kerja.
Fenomena antrean pelamar di setiap lowongan dan banyaknya sarjana yang beralih menjadi pekerja sektor informal seperti ojol dan petugas PPSU menjadi bukti bahwa sistem kerja konvensional tak lagi mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan tema “(Cult)ivate The Culture”, IdeaFest tahun ke-14 ini mendorong budaya baru yang berbasis komunitas, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi. Desy Bachir, Co-Chair IdeaFest 2025, menyatakan bahwa konsep karier kini lebih bersifat non-linear.
“Orang sekarang bergerak ke segala arah. Bisa pindah jalur, melompat ke sektor lain, atau malah membangun jalan sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Desy juga menyebut 67% pembicara tahun lalu adalah wajah baru dari berbagai bidang, menandakan keterbukaan ekosistem yang mereka bangun. Baca Juga: IdeaFest 2022, Kolaborasi Akbar Ratusan Insan dan Komunitas Industri Kreatif Indonesia Resmi Digelar
Co-Chair lainnya, Ben Soebiakto menyoroti, tren solopreneur sebagai bentuk adaptasi generasi muda terhadap perubahan. “Negara yang kuat adalah negara yang punya budaya wirausaha. Karena dari situ muncul lapangan kerja baru dan solusi ekonomi,” ujarnya.
Ia melihat banyak anak muda kini menjalankan usaha mandiri dari hulu ke hilir, bahkan sambil tetap memiliki pekerjaan utama. “Kerja itu bisa paralel dan tetap bertumbuh. Tidak harus langsung besar. Yang penting ide besar, gigih, dan tahu cara mengeksekusinya,” tambahnya.
Jihan Amirah, pendiri komunitas kreatif In Our Twenties, turut menggambarkan realita lapangan kerja dari sudut pandang generasinya. “Banyak teman yang baru mulai kerja sudah terkena PHK. Yang belum kerja juga makin susah cari kesempatan,” ujarnya.
Namun, ia melihat peluang di sektor non-konvensional seperti content creator, affiliator, dan copywriter. “Mereka bukan pegawai kantoran, tapi bisa berpenghasilan, berkarya, dan berpengaruh,” kata Jihan.
Menurut Jihan, yang dibutuhkan anak muda bukan hanya inspirasi, tapi juga panduan teknis menuju aksi nyata. “Kita sudah terlalu lama dapat inspirasi, tapi sering bingung bagaimana langkah teknisnya. Kita perlu membicarakan ‘how to’, bukan cuma ‘why’,” tegasnya.
IdeaFest, menurutnya, menjadi ruang yang relevan untuk menjembatani ide dan eksekusi. Festival ini akan digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), menghadirkan lebih dari 150 sesi dan 600 pembicara dari dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Ajaran Nilai Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara di IdeaFest
Selain konferensi, IdeaFest juga menyajikan Creative & Food Market hasil kolaborasi dengan Semasa, yang menghadirkan lebih dari 250 brand lokal dari sektor gaya hidup, kuliner, dan kebutuhan harian.
Relevansi pendekatan IdeaFest diperkuat oleh data Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif naik dari Rp99,5 miliar pada 2023 menjadi Rp162,6 miliar pada 2024.
Lonjakan ini menunjukkan potensi sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus ladang penciptaan lapangan kerja baru yang inklusif dan berbasis inovasi. IdeaFest tak hanya menjadi panggung gagasan, tapi juga laboratorium solusi nyata bagi generasi muda Indonesia.
Fenomena antrean pelamar di setiap lowongan dan banyaknya sarjana yang beralih menjadi pekerja sektor informal seperti ojol dan petugas PPSU menjadi bukti bahwa sistem kerja konvensional tak lagi mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan tema “(Cult)ivate The Culture”, IdeaFest tahun ke-14 ini mendorong budaya baru yang berbasis komunitas, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi. Desy Bachir, Co-Chair IdeaFest 2025, menyatakan bahwa konsep karier kini lebih bersifat non-linear.
“Orang sekarang bergerak ke segala arah. Bisa pindah jalur, melompat ke sektor lain, atau malah membangun jalan sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Desy juga menyebut 67% pembicara tahun lalu adalah wajah baru dari berbagai bidang, menandakan keterbukaan ekosistem yang mereka bangun. Baca Juga: IdeaFest 2022, Kolaborasi Akbar Ratusan Insan dan Komunitas Industri Kreatif Indonesia Resmi Digelar
Co-Chair lainnya, Ben Soebiakto menyoroti, tren solopreneur sebagai bentuk adaptasi generasi muda terhadap perubahan. “Negara yang kuat adalah negara yang punya budaya wirausaha. Karena dari situ muncul lapangan kerja baru dan solusi ekonomi,” ujarnya.
Ia melihat banyak anak muda kini menjalankan usaha mandiri dari hulu ke hilir, bahkan sambil tetap memiliki pekerjaan utama. “Kerja itu bisa paralel dan tetap bertumbuh. Tidak harus langsung besar. Yang penting ide besar, gigih, dan tahu cara mengeksekusinya,” tambahnya.
Jihan Amirah, pendiri komunitas kreatif In Our Twenties, turut menggambarkan realita lapangan kerja dari sudut pandang generasinya. “Banyak teman yang baru mulai kerja sudah terkena PHK. Yang belum kerja juga makin susah cari kesempatan,” ujarnya.
Namun, ia melihat peluang di sektor non-konvensional seperti content creator, affiliator, dan copywriter. “Mereka bukan pegawai kantoran, tapi bisa berpenghasilan, berkarya, dan berpengaruh,” kata Jihan.
Menurut Jihan, yang dibutuhkan anak muda bukan hanya inspirasi, tapi juga panduan teknis menuju aksi nyata. “Kita sudah terlalu lama dapat inspirasi, tapi sering bingung bagaimana langkah teknisnya. Kita perlu membicarakan ‘how to’, bukan cuma ‘why’,” tegasnya.
IdeaFest, menurutnya, menjadi ruang yang relevan untuk menjembatani ide dan eksekusi. Festival ini akan digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), menghadirkan lebih dari 150 sesi dan 600 pembicara dari dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Ajaran Nilai Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara di IdeaFest
Selain konferensi, IdeaFest juga menyajikan Creative & Food Market hasil kolaborasi dengan Semasa, yang menghadirkan lebih dari 250 brand lokal dari sektor gaya hidup, kuliner, dan kebutuhan harian.
Relevansi pendekatan IdeaFest diperkuat oleh data Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif naik dari Rp99,5 miliar pada 2023 menjadi Rp162,6 miliar pada 2024.
Lonjakan ini menunjukkan potensi sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus ladang penciptaan lapangan kerja baru yang inklusif dan berbasis inovasi. IdeaFest tak hanya menjadi panggung gagasan, tapi juga laboratorium solusi nyata bagi generasi muda Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :