Menperin Wanti-wanti Industri Otomotif di Tengah Situasi Sulit: Jangan Ada PHK

Kamis, 24 Juli 2025 - 14:33 WIB
loading...
Menperin Wanti-wanti...
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak agar para pelaku industri otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meski di tengah situasi sulit. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian ( Menperin ) Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak agar para pelaku industri otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) meski di tengah situasi sulit. Hal ini disampaikannya saat membuka pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2025, Kamis (24/7/2025).

Menperin mengakui bahwa dinamika ekonomi global telah memberikan tekanan yang tidak ringan bagi industri otomotif. Menurutnya, tantangan eksternal seperti kenaikan harga bahan baku, fluktuasi nilai tukar dolar, serta gangguan rantai pasok global telah menekan industri otomotif secara nasional.

Meski demikian, Menperin menekankan pentingnya pengelolaan yang bijak dan adaptif terhadap kondisi ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memprioritaskan untuk menjaga ketahanan industri dan melindungi daya beli masyarakat, sehingga industri juga menurutnya jangan sampai melakukan PHK.

Baca Juga: Jawaban Daihatsu Soal Harga dan PHK di Indonesia

"Ini perintah hari ini, Pak, dan saya sudah sampaikan juga kepada para pelaku industri otomotif ketika saya bertemu, bahwa jangan ada PHK. Jangan ada PHK. Ini perintah dari pemerintah. Jangan ada PHK," tegas Menperin Agus.

Agus menyampaikan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan stabilisasi harga dan insentif bagi sektor manufaktur, termasuk otomotif, agar tetap menjadi penyumbang utama penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah melihat kondisi saat ini sebagai masa transisi yang bersifat sementara. Ia optimistis bahwa perekonomian Indonesia akan segera pulih dan industri otomotif harus siap menyambut momentum tersebut dengan integrasi yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah, katanya, akan memperkuat kebijakan peningkatan penggunaan komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proses produksi.

"Kita yakini penggunaan local content atau TKDN itu akan memperkuat struktur biaya selain mengurangi ketergantungan kita terhadap import dan membuka peluang bagi perkembangannya industri komponen dalam negeri," jelas Menperin.

Baca Juga: Menperin Minta Toyota, Suzuki, hingga Daihatsu Tidak Menaikan Harga dan Hindari PHK

Menutup sambutannya, Menperin Agus menyerukan penguatan sinergi antara pelaku utama dan usaha pendukung agar industri otomotif nasional dapat menjadi lebih tangguh dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.

"Dengan memperkuat sinergi antara pelaku utama dan usaha pendukung, kita tidak hanya menjawab tantangan hari ini, tapi juga kita memperkuat fondasi industri otomotif nasional agar lebih resilient, lebih tangguh, dan berjalan tangguh dan berjalan," tutupnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved