Menperin Sebut Masa Sulit Industri Otomotif Cuma Sementara
Kamis, 24 Juli 2025 - 15:41 WIB
loading...
Pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7). FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis perlambatan di sektor otomotif nasional hanya bersifat sementara. Ia myakini perekonomian Indonesia akan segera pulih dan mendorong kembali pertumbuhan industri otomotif.
Pernyataan tersebut disampaikan Menperin usai membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7). "Kita sangat percaya bahwa ini hanya temporary. Ekonomi Indonesia akan segera tumbuh kembali, bahkan bisa jauh lebih tinggi," ujar Agus.
Baca Juga: Menperin Wanti-wanti Industri Otomotif di Tengah Situasi Sulit: Jangan Ada PHK
Menurut dia, industri otomotif perlu bersiap sejak dini menyambut momentum kebangkitan ekonomi. Ketika daya beli masyarakat pulih, permintaan kendaraan diperkirakan akan kembali melonjak tajam.
"Kalau itu sudah terjadi, maka industri otomotif harus siap. Masyarakat akan kembali belanja, dan saat itulah industri otomotif akan terbang tinggi," katanya.
Ia juga menyampaikan, prospek industri otomotif nasional tetap menjanjikan dalam jangka menengah dan panjang, apalagi dengan terus berkembangnya kendaraan berbasis listrik dan teknologi ramah lingkungan.
Menperin turut menyoroti penyelenggaraan GIIAS 2025 yang disebutnya mengalami lonjakan permintaan dari peserta. Hal itu, menurutnya, menunjukkan antusiasme tinggi dan kepercayaan pelaku industri terhadap pasar Indonesia.
"GIIAS kini menjadi salah satu pameran otomotif terbesar di dunia setelah di China. Tahun ini semua lahan pameran terisi penuh, bahkan banyak yang masuk daftar tunggu," jelasnya.
Baca Juga: GIIAS 2025 Resmi Dibuka, Menperin Agus Optimistis Industri Otomotif RI Kian Kokoh
Agus juga menekankan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk otomotif global. Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem industri otomotif nasional agar memiliki daya saing tinggi.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan konsumen, seraya memperkuat peran industri otomotif dalam perekonomian nasional. "Kita ingin menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia juga kuat dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Menperin usai membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7). "Kita sangat percaya bahwa ini hanya temporary. Ekonomi Indonesia akan segera tumbuh kembali, bahkan bisa jauh lebih tinggi," ujar Agus.
Baca Juga: Menperin Wanti-wanti Industri Otomotif di Tengah Situasi Sulit: Jangan Ada PHK
Menurut dia, industri otomotif perlu bersiap sejak dini menyambut momentum kebangkitan ekonomi. Ketika daya beli masyarakat pulih, permintaan kendaraan diperkirakan akan kembali melonjak tajam.
"Kalau itu sudah terjadi, maka industri otomotif harus siap. Masyarakat akan kembali belanja, dan saat itulah industri otomotif akan terbang tinggi," katanya.
Ia juga menyampaikan, prospek industri otomotif nasional tetap menjanjikan dalam jangka menengah dan panjang, apalagi dengan terus berkembangnya kendaraan berbasis listrik dan teknologi ramah lingkungan.
Menperin turut menyoroti penyelenggaraan GIIAS 2025 yang disebutnya mengalami lonjakan permintaan dari peserta. Hal itu, menurutnya, menunjukkan antusiasme tinggi dan kepercayaan pelaku industri terhadap pasar Indonesia.
"GIIAS kini menjadi salah satu pameran otomotif terbesar di dunia setelah di China. Tahun ini semua lahan pameran terisi penuh, bahkan banyak yang masuk daftar tunggu," jelasnya.
Baca Juga: GIIAS 2025 Resmi Dibuka, Menperin Agus Optimistis Industri Otomotif RI Kian Kokoh
Agus juga menekankan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk otomotif global. Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem industri otomotif nasional agar memiliki daya saing tinggi.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan konsumen, seraya memperkuat peran industri otomotif dalam perekonomian nasional. "Kita ingin menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia juga kuat dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :