Trump Beri Sinyal Tak Akan Turunkan Tarif di Bawah 15%
Kamis, 24 Juli 2025 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Sikap serupa juga ditunjukkan kepada Korea Selatan. Gedung Putih sedang membahas penyesuaian tarif untuk Negeri Ginseng menjadi 15%, termasuk untuk sektor otomotif, sebagai bagian dari paket kerja sama yang lebih luas, menurut sumber yang mengetahui isu tersebut.
Filipina termasuk negara lain yang merespons inisiatif ini. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menyiapkan penurunan tarif dari 19% menjadi 15% untuk memperkuat hubungan dagang bilateral.
Namun, tidak semua negara menyambut kebijakan Trump dengan optimisme. Pemerintah Vietnam, misalnya, tengah mempertimbangkan potensi dampak dari kenaikan tarif tersebut. Berdasarkan analisis internal, ekspor Vietnam ke AS dapat turun hingga sepertiga jika kebijakan tarif tinggi diberlakukan.
Baca Juga: Pemerintah Beberkan soal Kesepakatan Transfer Data Pribadi ke AS
Sementara itu, India dan sejumlah negara anggota Uni Eropa masih berada dalam proses negosiasi untuk menghindari lonjakan tarif. Trump menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan “tarif yang sangat sederhana” bagi negara-negara yang sulit diajak mencapai kesepakatan dagang.
Filipina termasuk negara lain yang merespons inisiatif ini. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menyiapkan penurunan tarif dari 19% menjadi 15% untuk memperkuat hubungan dagang bilateral.
Namun, tidak semua negara menyambut kebijakan Trump dengan optimisme. Pemerintah Vietnam, misalnya, tengah mempertimbangkan potensi dampak dari kenaikan tarif tersebut. Berdasarkan analisis internal, ekspor Vietnam ke AS dapat turun hingga sepertiga jika kebijakan tarif tinggi diberlakukan.
Baca Juga: Pemerintah Beberkan soal Kesepakatan Transfer Data Pribadi ke AS
Sementara itu, India dan sejumlah negara anggota Uni Eropa masih berada dalam proses negosiasi untuk menghindari lonjakan tarif. Trump menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan “tarif yang sangat sederhana” bagi negara-negara yang sulit diajak mencapai kesepakatan dagang.
Lihat Juga :