SIG Pasok Kebutuhan 29.990 Ton Semen untuk Pembangunan Tol Bocimi
Jum'at, 25 Juli 2025 - 16:26 WIB
loading...
SIG berkontribusi dalam pembangunan jalan tol Bocimi Seksi 3. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkontribusi dalam pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 (Cibadak–Sukabumi Barat) dengan memasok kebutuhan semen untuk proyek strategis nasional tersebut. Hingga akhir Juni 2025, total pasokan semen dari SIG telah mencapai 29.990 ton dari rencana keseluruhan 60.000 ton.
Tol Bocimi Seksi 3 yang membentang sepanjang 13,7 kilometer diyakini akan memperlancar konektivitas wilayah Jawa Barat bagian selatan, termasuk Sukabumi yang dikenal memiliki potensi pariwisata alam luar biasa. Proyek ini juga diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta ke Sukabumi dari semula 7 jam menjadi hanya sekitar 2 jam.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyebutkan bahwa kehadiran Tol Bocimi tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.
"SIG bangga dapat mendukung proyek ini. Tol Bocimi akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan penjualan pelaku UMKM, serta mendorong pengembangan pariwisata di Sukabumi yang memiliki potensi seperti geopark dan pantai-pantai indah," kata Vita dalam pernyataannya, Jumat (25/7).
Baca Juga: SIG Serap Produk Lokal Rp23,06 Triliun, Libatkan Mitra Binaan UKM
Semen yang dipasok SIG merupakan produk UltraPro, yang digunakan dalam berbagai komponen konstruksi proyek seperti beton jalan, tiang pancang pracetak (spun pile), serta girder sebagai penopang utama beban.
UltraPro dikenal memiliki keunggulan kuat tekan tinggi, baik pada tahap awal maupun akhir pengerasan. Hal ini menjadikannya ideal untuk konstruksi infrastruktur berat seperti jalan tol, bendungan, bandara, dan struktur bangunan berskala besar lainnya.
Vita menambahkan, UltraPro bukan hanya digunakan pada proyek Tol Bocimi, tetapi juga telah diaplikasikan dalam sejumlah proyek prestisius lainnya, termasuk Jakarta International Stadium, Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Semarang–Demak, Tol Balikpapan–Samarinda, Yogyakarta International Airport, hingga proyek kereta cepat dan LRT Jakarta.
"Keterlibatan SIG dalam berbagai proyek pembangunan nasional mencerminkan kepercayaan stakeholder terhadap kualitas produk kami. Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG siap terus mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia," ujar dia.
Baca Juga: SIG Berhasil Tekan Beban Pokok Pendapatan 0,8% Jadi Rp28,26 Triliun
Direktur Operasi PT Waskita Beton Precast Tbk, Itung Prasaja, menilai kualitas produk SIG menjadi andalan dalam proyek Tol Bocimi. Menurutnya, SIG terbukti mampu menjaga mutu dan daya tahan material konstruksi.
"Semen UltraPro kami gunakan dalam produksi Beton Readymix dari Batching Plant WSBP Cibadak. Kualitas dan kekuatan semen dari SIG membuatnya jadi pilihan utama untuk menciptakan struktur yang kokoh dan tahan lama," kata Itung.
Tol Bocimi Seksi 3 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang ditujukan untuk mempercepat konektivitas wilayah Bogor dan Jakarta ke Sukabumi, serta mengurangi beban jalur arteri yang selama ini padat dan sering mengalami kemacetan.
Tol Bocimi Seksi 3 yang membentang sepanjang 13,7 kilometer diyakini akan memperlancar konektivitas wilayah Jawa Barat bagian selatan, termasuk Sukabumi yang dikenal memiliki potensi pariwisata alam luar biasa. Proyek ini juga diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta ke Sukabumi dari semula 7 jam menjadi hanya sekitar 2 jam.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyebutkan bahwa kehadiran Tol Bocimi tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.
"SIG bangga dapat mendukung proyek ini. Tol Bocimi akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan penjualan pelaku UMKM, serta mendorong pengembangan pariwisata di Sukabumi yang memiliki potensi seperti geopark dan pantai-pantai indah," kata Vita dalam pernyataannya, Jumat (25/7).
Baca Juga: SIG Serap Produk Lokal Rp23,06 Triliun, Libatkan Mitra Binaan UKM
Semen yang dipasok SIG merupakan produk UltraPro, yang digunakan dalam berbagai komponen konstruksi proyek seperti beton jalan, tiang pancang pracetak (spun pile), serta girder sebagai penopang utama beban.
UltraPro dikenal memiliki keunggulan kuat tekan tinggi, baik pada tahap awal maupun akhir pengerasan. Hal ini menjadikannya ideal untuk konstruksi infrastruktur berat seperti jalan tol, bendungan, bandara, dan struktur bangunan berskala besar lainnya.
Vita menambahkan, UltraPro bukan hanya digunakan pada proyek Tol Bocimi, tetapi juga telah diaplikasikan dalam sejumlah proyek prestisius lainnya, termasuk Jakarta International Stadium, Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Semarang–Demak, Tol Balikpapan–Samarinda, Yogyakarta International Airport, hingga proyek kereta cepat dan LRT Jakarta.
"Keterlibatan SIG dalam berbagai proyek pembangunan nasional mencerminkan kepercayaan stakeholder terhadap kualitas produk kami. Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG siap terus mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia," ujar dia.
Baca Juga: SIG Berhasil Tekan Beban Pokok Pendapatan 0,8% Jadi Rp28,26 Triliun
Direktur Operasi PT Waskita Beton Precast Tbk, Itung Prasaja, menilai kualitas produk SIG menjadi andalan dalam proyek Tol Bocimi. Menurutnya, SIG terbukti mampu menjaga mutu dan daya tahan material konstruksi.
"Semen UltraPro kami gunakan dalam produksi Beton Readymix dari Batching Plant WSBP Cibadak. Kualitas dan kekuatan semen dari SIG membuatnya jadi pilihan utama untuk menciptakan struktur yang kokoh dan tahan lama," kata Itung.
Tol Bocimi Seksi 3 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang ditujukan untuk mempercepat konektivitas wilayah Bogor dan Jakarta ke Sukabumi, serta mengurangi beban jalur arteri yang selama ini padat dan sering mengalami kemacetan.
(nng)
Lihat Juga :