Kekuatan Ekonomi Thailand vs Kamboja: Siapa yang Lebih Unggul di Tengah Perang?

Sabtu, 26 Juli 2025 - 13:55 WIB
loading...
Kekuatan Ekonomi Thailand...
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja yang meletus di wilayah perbatasan telah memicu perhatian internasional. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja yang meletus di wilayah perbatasan telah memicu perhatian internasional, tidak hanya karena dampak kemanusiaannya, tetapi juga potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi kawasan Asia Tenggara. Meski konflik masih terbatas, penting untuk menelaah perbandingan kekuatan ekonomi kedua negara yang sedang berseteru.

Thailand masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu ekonomi terbesar di kawasan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal sekitar USD514,8 miliar pada 2023. PDB per kapita negara ini juga cukup tinggi, mencapai USD7.171. Sebaliknya, Kamboja memiliki PDB jauh lebih kecil, yakni sekitar USD46,4 miliar pada awal 2024, dengan PDB per kapita sebesar USD2.628.

Namun dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kamboja menunjukkan performa yang lebih impresif. Negara dengan populasi sekitar 17 juta jiwa itu mencatat pertumbuhan sebesar 5,4% pada 2023 dan diproyeksikan terus tumbuh 5,3–6,0% hingga 2025. Thailand justru mengalami perlambatan, hanya tumbuh 1,9% pada 2023 dan diperkirakan stagnan di kisaran 1,6%-2,8% untuk tahun 2025.

Baca Juga: Korban Tewas Perang Thailand-Kamboja Mencapai 32 Orang, Lebih dari 130 Terluka

Berdasarkan laporan globalstatecompare.com, struktur ekonomi Thailand lebih terdiversifikasi. Industri manufaktur, ekspor, serta pariwisata menjadi pilar utama dengan kontribusi pariwisata mencapai 12% dari PDB. Sebaliknya, ekonomi Kamboja masih sangat bergantung pada industri padat karya seperti garmen dan alas kaki, pariwisata, serta pertanian tradisional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rekomendasi
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved