Memantapkan Program Kampung Industri, Kemendes PDT dan Asprindo Teken Kerja Sama

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:10 WIB
loading...
Memantapkan Program...
Kemendes PDT dan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) bekerja sama memantapkan Kampung Industri sebagai program yang bantu mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat desa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia ( Kemendes PDT ) dan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) bekerja sama memantapkan “Kampung Industri” sebagai program unggulan yang akan membantu mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya pedesaan . Program ini sejalan dengan Astacita Keenam yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kampung Industri akan menjadi kerja kolaborasi antara pengusaha Asprindo, pemerintah, masyarakat akademik dan masyarakat desa. Karena meskipun digagas dan diinisiasi oleh Asprindo, tanpa melibatkan pemerintah dan msyarakat, program ini tidak bisa berjalan,” kata Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto pada Rabu (23/7).

Baca Juga: Asprindo Kembangkan Kampung Industri Perikanan Berstandar Global

Dalam nota kesepahaman Asprindo-Kemendes, kedua pihak sepakat bersinergi dalam hal pengembangan ekosistem Kampung Industri serta Digitalisasi Ekonomi dalam mendukung ketahanan pangan di desa dan daerah tertinggal.

Sinergi dan kerja sama ini secara rinci meliputi pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi, pemberdayaan masyarakat desa untuk pengembangan kegiatan usaha melalui pengembangan ekosistem Kampung Industri, penguatan dan pengembangan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas bidang teknologi ekonomi digital desa, dan kegiatan lain yang disepakati kedua pihak.

Jose menyebut MoU ini menjadi kerja sama kedua dengan kementrian terkait dengan Kampung Industri. Sebelumnya, nota kesepahaman serupa telah ditandatangani Asprindo dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

“Kebetulan pilot project Kampung Industri Asprindo di bidang perikanan. Jadi kami membutuhkan sinergi dengan KKP. Kami bekerja sama dengan KKP dalam hal penguatan masyarakat pelaku usaha kelautan dan perikanan dalam rangka mendukung implementasi ekonomi biru. Ke depan, jika Kampung Industri di bidang pertanian/peternakan mulai berjalan, kami berharap bisa bersinergi juga dengan Kementrian Pertanian,” ujarnya.

Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto berkenan mencanangkan program ini sebagai program nasional, karena dalam ultimate goal Asprindo, Kampung Industri ada di setiap wilayah provinsi. “Kami mengikhtiarkan setiap DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Asprindo di seluruh Indonesia membangun dan membina satu Kampung Industri, baik di bidang perikanan, pertanian/peternakan, maupun pariwisata," tuturnya.

Saat ini, Asprindo tengah mengembangkan pilot project Kampung Industri Perikanan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan melibatkan nelayan dan petambak di 8 desa, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan koperasi setempat.

Baca Juga: Diluncurkan Presiden Prabowo, BRI Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan

Untuk capacity building, Asprindo sudah menggandeng UNIDO (United Nations Industrial Development Organization untuk Global Quality and Standard Programme (GQSP) guna meningkatkan produktivitas beberapa komoditi perikanan.

Jose menyebut jika nanti pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi untuk riset dan pengembangan SDM., seperti Universitas Hasanuddin Makassar dan IPB. “Kami juga membuka peluang bagi investor masuk dalam program Kampung Industri, terutama jika kelompok pengusaha Asprindo di kawasan tersebut tidak cukup memiliki sumber permodalan yang memadai,“ ucap Jose.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
BRI Resmikan Kick-Off...
BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved