Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Senin, 28 Juli 2025 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Rutiah menjelaskaN, usaha yang dirintis sejak tahun 2017 dengan modal awal Rp500 ribu ini dikerjakan dengan alat memasak sederhana. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing, mereka dapat menghasilkan hingga 100 kilogram bahan baku seperti jahe, kunyit, dan buah kawis, yang dapat diolah menjadi sekitar 100 botol produk per minggu. Produk mereka mulai dikenal di pasar tradisional dan merambah jejaring UMKM di Kabupaten Rembang.
Seiring meningkatnya permintaan, KWT Annisa berinisiatif menjalin kerja sama dengan petani lokal dan sesama pelaku UMKM di Rembang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, terutama menjelang momen seperti Lebaran, di mana kapasitas produksi bisa meningkat tiga kali lipat.
Kini, produk minuman jahe, temulawak, dan sari buah kawis dari KWT Annisa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk Yogyakarta, Semarang, Surakarta, dan Surabaya. Dengan dukungan e-commerce dan jaringan reseller, produk KWT Annisa bahkan mampu menjangkau pemasaran di luar Jawa, seperti Kalimantan.
Baca Juga: SIG Berdayakan 879 Perempuan Ubah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik
Dengan racikan otentik berbahan herbal dan harga terjangkau mulai dari Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per kemasan, produk KWT Annisa kini meraih omzet rata-rata Rp10 juta per bulan, atau melebihi Rp100 juta per tahun.
Seiring meningkatnya permintaan, KWT Annisa berinisiatif menjalin kerja sama dengan petani lokal dan sesama pelaku UMKM di Rembang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, terutama menjelang momen seperti Lebaran, di mana kapasitas produksi bisa meningkat tiga kali lipat.
Kini, produk minuman jahe, temulawak, dan sari buah kawis dari KWT Annisa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk Yogyakarta, Semarang, Surakarta, dan Surabaya. Dengan dukungan e-commerce dan jaringan reseller, produk KWT Annisa bahkan mampu menjangkau pemasaran di luar Jawa, seperti Kalimantan.
Baca Juga: SIG Berdayakan 879 Perempuan Ubah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik
Dengan racikan otentik berbahan herbal dan harga terjangkau mulai dari Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per kemasan, produk KWT Annisa kini meraih omzet rata-rata Rp10 juta per bulan, atau melebihi Rp100 juta per tahun.
Lihat Juga :