TBS Bukukan Pendapatan Konsolidasian Rp2,8 Triliun di Semester I-2025

Kamis, 31 Juli 2025 - 08:46 WIB
loading...
TBS Bukukan Pendapatan...
PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) melaporan kinerja di semester I-2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD 172,2 juta atau setara Rp2,8 triliun pada semester I-2025 meski mengalami penurunan 31% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD 248,7 juta. Penurunan ini dipicu komitmen perseroan mempercepat transisi ke bisnis berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.

Direktur TBS Juli Oktarina menjelaskan, penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh turunnya volume penjualan batubara dari 1,7 juta ton menjadi 0,7 juta ton, serta anjloknya harga rata-rata dari USD 83/ton ke USD 52,9/ton. "Kami sengaja menahan penjualan untuk menunggu harga lebih baik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada batubara," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (31/7).

Segmen batubara kini menyumbang 53% dari total pendapatan, turun drastis dari 82% di 2024. Sementara itu, bisnis baru seperti pengelolaan limbah mulai menunjukkan kontribusi signifikan dengan pendapatan USD 59,6 juta dan margin EBITDA 17%.

Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam

Meski pendapatan turun, TBS mencatatkan langkah strategis melalui divestasi dua PLTU—PT Minahasa Cahaya Lestari dan PT Gorontalo Listrik Perdana—yang menghasilkan dana segar USD 123,6 juta. Divestasi ini menyebabkan rugi non-kas USD 96,9 juta, sehingga perseroan mencatat rugi bersih USD 115,3 juta di semester I-2025.

"Rugi ini bersifat non-kas dan justru memperkuat likuiditas kami. Yang penting, divestasi PLTU mengurangi emisi karbon kami sebesar 1,4 juta ton CO₂ atau 86% secara tahunan," tegas Juli.

Perhitungan emisi ini telah melalui audit terbatas oleh EY Indonesia. Di sektor energi terbarukan, TBS mengembangkan PLTS Terapung Tembesi dengan kapasitas 46 MWp di Batam yang ditargetkan beroperasi 2026, serta PLTMH Sumber Jaya dengan kapasitas 6 MW yang sudah berjalan sejak Januari 2025. Kedua proyek tersebut menjadi tulang punggung strategi transisi energi bersih perseroan.

Sektor kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan pertumbuhan pesat dengan unit motor listrik melonjak 87% menjadi 5.406 unit, dengan stasiun penukaran baterai (BSS) bertambah 150% menjadi 320 titik. "Mitra pengemudi kami rata-rata mengalami kenaikan penghasilan 25% berkat efisiensi biaya operasional," tambah Juli.

Baca Juga: TBS Energi Tumbuh Positif di Tengah Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Akuisisi dua perusahaan pengelola limbah asal Singapura-Sembcorp Environment dan Sembcorp Enviro Facility turut memperkuat pilar bisnis baru TBS. "Pengelolaan limbah adalah masa depan kami, selain berpotensi tinggi juga berdampak positif bagi lingkungan," jelasnya.

Juli optimistis, transformasi portofolio ke bisnis hijau akan membawa TBS menuju target netral karbon 2030. "Tahun ini adalah titik balik strategis. Kami fokus pada pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Blibli Kembali Masuk...
Blibli Kembali Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Rekomendasi
Jepang Tahan Swedia...
Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos ke 32 Besar dan Siap Tantang Brasil
Aldi Taher Ungkap Kondisi...
Aldi Taher Ungkap Kondisi Terkini Ibunda, Pulih Usai Berjuang Melawan Stroke 5 Kali
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
Berita Terkini
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved