TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam
Kamis, 06 Maret 2025 - 21:36 WIB
loading...
TBS merampungkan Financial Closing Date proyek PLTS terapung di Tembesi, Batam. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) merampungkan tanggal pembiayaan (Financial Closing Date) proyek pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS ) terapung di Tembesi, Batam.
Presiden Direktur TBS, Dicky Yordan mengatakan proyek PLTS terapung tersebut menjadi langkah signifikan dalam pemanfaatan energi surya secara efisien dan berkelanjutan. Proyek PLTS Terapung Tembesi tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power, diharapkan dapat berkontribusi pada bauran energi terbarukan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi surya terapung yang inovatif.
"Dengan kapasitas terpasang sebesar 46 MWp, pembangkit listrik ini akan menjadi salah satu inovasi energi terbarukan yang signifikan di Batam," ujarnya dalam siaran pers dikutip di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: TBS Energi Restui Anak Usaha Akuisisi 100% Saham Perusahaan Singapura
Setelah mencapai Financial Closing Date, langkah berikutnya adalah memulai tahap konstruksi dengan target penyelesaian operasi komersial penuh dan terintegrasi ke dalam jaringan listrik nasional pada kisaran kuartal IV-2025.
Selain itu, TBS Energi juga berhasil mengoperasikan secara komersil (Commercial Operation Date) pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Lampung. Keberhasilan ini mencerminkan pendekatan TBS dalam diversifikasi pengembangan energi terbarukan. PLTM Sumber Jaya di Lampung telah berhasil mencapai tanggal operasi secara komersil per 22 Januari 2025. "Ini menandai kontribusi dalam penyediaan energi bersih sebesar 6 MW di wilayah Sumbagsel," ujar dia.
Lebih lanjut, pembangkit listrik tenaga air menjadi komponen penting TBS mengembangkan energi terbarukan karena memberikan output energi yang stabil dan berkelanjutan yang dapat melengkapi sumber energi terbarukan intermiten lainnya seperti tenaga surya dan bayu. Momentum ini menegaskan komitmen TBS terhadap TBS2030 dalam membangun bisnis berkelanjutan dan rendah karbon.
Presiden Direktur TBS, Dicky Yordan mengatakan proyek PLTS terapung tersebut menjadi langkah signifikan dalam pemanfaatan energi surya secara efisien dan berkelanjutan. Proyek PLTS Terapung Tembesi tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power, diharapkan dapat berkontribusi pada bauran energi terbarukan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi surya terapung yang inovatif.
"Dengan kapasitas terpasang sebesar 46 MWp, pembangkit listrik ini akan menjadi salah satu inovasi energi terbarukan yang signifikan di Batam," ujarnya dalam siaran pers dikutip di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: TBS Energi Restui Anak Usaha Akuisisi 100% Saham Perusahaan Singapura
Setelah mencapai Financial Closing Date, langkah berikutnya adalah memulai tahap konstruksi dengan target penyelesaian operasi komersial penuh dan terintegrasi ke dalam jaringan listrik nasional pada kisaran kuartal IV-2025.
Selain itu, TBS Energi juga berhasil mengoperasikan secara komersil (Commercial Operation Date) pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Lampung. Keberhasilan ini mencerminkan pendekatan TBS dalam diversifikasi pengembangan energi terbarukan. PLTM Sumber Jaya di Lampung telah berhasil mencapai tanggal operasi secara komersil per 22 Januari 2025. "Ini menandai kontribusi dalam penyediaan energi bersih sebesar 6 MW di wilayah Sumbagsel," ujar dia.
Lebih lanjut, pembangkit listrik tenaga air menjadi komponen penting TBS mengembangkan energi terbarukan karena memberikan output energi yang stabil dan berkelanjutan yang dapat melengkapi sumber energi terbarukan intermiten lainnya seperti tenaga surya dan bayu. Momentum ini menegaskan komitmen TBS terhadap TBS2030 dalam membangun bisnis berkelanjutan dan rendah karbon.
Lihat Juga :