SIG Catatkan Pendapatan Konsolidasian Rp15,61 Triliun di Semester I-2025

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:26 WIB
loading...
SIG Catatkan Pendapatan...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan positif di Semester I-2025 di tengah tantangan industri semen domestik. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan positif di Semester I-2025 di tengah tantangan industri semen domestik. Perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp15,61 triliun dengan laba bersih Rp40 miliar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

SIG dalam laporan kinerja keuangan yang belum diaudit mencatatkan volume penjualan sebesar 17,30 juta ton, dengan EBITDA mencapai Rp2,10 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp12,47 triliun, turun 0,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa permintaan semen domestik masih turun sekitar 2,5 persen pada paruh pertama 2025. Namun, SIG tetap mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan di pasar ekspor sebesar 24,9 persen.

"Program efisiensi dan tata kelola keuangan yang baik telah membantu SIG mempertahankan profitabilitas di tengah kontraksi pasar. Ini mencerminkan resiliensi perusahaan menghadapi tantangan ekonomi, termasuk melambatnya proyek infrastruktur dan melemahnya daya beli masyarakat," ujar Vita.

Baca Juga: SIG Pasok Kebutuhan 29.990 Ton Semen untuk Pembangunan Tol Bocimi

Sebagai langkah strategis, SIG terus memperketat efisiensi dan meningkatkan keunggulan operasional secara berkelanjutan. Beban operasional berhasil ditekan sebesar 3 persen secara tahunan, dan biaya keuangan bersih turun signifikan hingga 33,7 persen menjadi Rp344 miliar.

Untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah ketatnya persaingan industri, SIG memperkuat pengelolaan pasar dan strategi harga, termasuk mendorong adopsi produk semen hijau yang rendah emisi karbon sebagai solusi pembangunan berkelanjutan.

Vita menambahkan, produk semen hijau SIG tidak hanya unggul dalam aspek keberlanjutan, tetapi juga dalam hal kualitas di kelas peruntukannya. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif SIG dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri bahan bangunan nasional. Dengan ragam produk rendah karbon yang telah tersedia di pasar, SIG juga berupaya mengedukasi masyarakat serta menggandeng para pemangku kepentingan sektor konstruksi untuk beralih ke solusi ramah lingkungan.

Baca Juga: SIG Catatkan Pertumbuhan Penjualan Regional 13,8% di Kuartal I-2025

Kinerja Semester I-2025 menunjukkan kemampuan SIG menjaga stabilitas keuangan dan arah strategis dalam menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan lingkungan secara berkelanjutan.

"SIG siap mendorong transformasi industri bahan bangunan menuju pembangunan berkelanjutan, sebagai respons nyata terhadap tantangan krisis iklim dan peningkatan emisi gas rumah kaca," tutup Vita.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Indramayu Masuk Top...
Indramayu Masuk Top 5 Kinerja Terbaik Daerah Se-Indonesia, Bupati Lucky: Alhamdulillah
Cara Akses eKinerja...
Cara Akses eKinerja BKN dan Membuat SKP ASN dengan Mudah, Simak Panduannya
Survei Lemkapi: Kepuasan...
Survei Lemkapi: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Polri Capai 80,1%
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved