KAI Logistik Kirim 270 Gerbong Datar ke Sumatera, Targetkan Angkutan 20 Juta Ton
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 15:22 WIB
loading...
PT KAI Logistik (Kalog), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mendistribusikan 270 unit gerbong datar (GD) ke wilayah Sumatera. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT KAI Logistik (Kalog), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mendistribusikan 270 unit gerbong datar (GD) ke wilayah Sumatera. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kalog untuk memperkuat armada logistik dan meningkatkan kapasitas angkutan barang.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, mengatakan pengiriman gerbong ini adalah bagian dari kerja sama jangka panjang untuk mendistribusikan total 1.125 unit gerbong datar dari PT INKA. Pengiriman tahap pertama telah dimulai sejak 6 Juli 2025.
"Hingga saat ini, kami sudah mengirimkan 60 gerbong datar, masing-masing seberat 15 ton, dengan total beban mencapai 4.050 ton. Pengiriman tahap awal ini berlangsung selama 12 hari," ujar Riyanta.
Baca Juga: KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal
Gerbong-gerbong datar ini diproduksi oleh PT INKA dan dirancang khusus untuk mengangkut muatan berat dan berdimensi besar, seperti kontainer 20-40 feet, peralatan industri, dan material konstruksi seperti baja dan balok beton.
Proses distribusi dimulai dari pabrik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Divisi Regional III KAI Palembang. Pengiriman melalui jalur laut dan darat, melintasi titik transit strategis seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Riyanta menjelaskan seluruh proses pengiriman menggunakan armada truk trailer dan kapal penyeberangan. Kegiatan bongkar muat didukung alat berat seperti crane dan forklift untuk memastikan efisiensi.
"Kami mengutamakan keselamatan dan efisiensi. Setiap tahapan, mulai dari inspeksi bersama, verifikasi barang, hingga pemantauan armada, dilakukan secara ketat oleh personel khusus," katanya.
Riyanta menambahkan, proyek ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target logistik jangka panjang KAI Group di Sumatera Selatan, khususnya untuk angkutan batu bara. Sumatera Selatan merupakan simpul strategis angkutan berbasis kereta api di Pulau Sumatera.
"Penambahan armada gerbong datar ini ditargetkan mampu mengakomodasi proyeksi kebutuhan angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Ini sejalan dengan strategi induk perusahaan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional melalui moda transportasi yang ramah lingkungan," tutur Riyanta.
Baca Juga: Perkuat Jaringan, KAI Logistik Catat Lonjakan Volume Angkutan Ritel 9%
Ia menjelaskan moda kereta api memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan moda darat seperti truk, terutama dalam hal kapasitas angkut dan ketepatan waktu. Dengan memperkuat infrastruktur angkutan berbasis rel, KAI Logistik tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam transisi menuju sistem logistik yang berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan angkutan proyek berskala besar dengan standar operasional tinggi dan teknologi terkini. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari lingkungan KAI Group maupun mitra eksternal, menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi logistik nasional," pungkasnya.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, mengatakan pengiriman gerbong ini adalah bagian dari kerja sama jangka panjang untuk mendistribusikan total 1.125 unit gerbong datar dari PT INKA. Pengiriman tahap pertama telah dimulai sejak 6 Juli 2025.
"Hingga saat ini, kami sudah mengirimkan 60 gerbong datar, masing-masing seberat 15 ton, dengan total beban mencapai 4.050 ton. Pengiriman tahap awal ini berlangsung selama 12 hari," ujar Riyanta.
Baca Juga: KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal
Gerbong-gerbong datar ini diproduksi oleh PT INKA dan dirancang khusus untuk mengangkut muatan berat dan berdimensi besar, seperti kontainer 20-40 feet, peralatan industri, dan material konstruksi seperti baja dan balok beton.
Proses distribusi dimulai dari pabrik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Divisi Regional III KAI Palembang. Pengiriman melalui jalur laut dan darat, melintasi titik transit strategis seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Riyanta menjelaskan seluruh proses pengiriman menggunakan armada truk trailer dan kapal penyeberangan. Kegiatan bongkar muat didukung alat berat seperti crane dan forklift untuk memastikan efisiensi.
"Kami mengutamakan keselamatan dan efisiensi. Setiap tahapan, mulai dari inspeksi bersama, verifikasi barang, hingga pemantauan armada, dilakukan secara ketat oleh personel khusus," katanya.
Riyanta menambahkan, proyek ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target logistik jangka panjang KAI Group di Sumatera Selatan, khususnya untuk angkutan batu bara. Sumatera Selatan merupakan simpul strategis angkutan berbasis kereta api di Pulau Sumatera.
"Penambahan armada gerbong datar ini ditargetkan mampu mengakomodasi proyeksi kebutuhan angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Ini sejalan dengan strategi induk perusahaan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional melalui moda transportasi yang ramah lingkungan," tutur Riyanta.
Baca Juga: Perkuat Jaringan, KAI Logistik Catat Lonjakan Volume Angkutan Ritel 9%
Ia menjelaskan moda kereta api memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan moda darat seperti truk, terutama dalam hal kapasitas angkut dan ketepatan waktu. Dengan memperkuat infrastruktur angkutan berbasis rel, KAI Logistik tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam transisi menuju sistem logistik yang berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan angkutan proyek berskala besar dengan standar operasional tinggi dan teknologi terkini. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari lingkungan KAI Group maupun mitra eksternal, menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi logistik nasional," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :