India Tak Takut Ancaman Trump, Tetap Akan Impor Minyak dari Rusia

Minggu, 03 Agustus 2025 - 16:00 WIB
loading...
India Tak Takut Ancaman...
Pemerintah India menegaskan tidak akan menghentikan impor minyak dari Rusia meskipun menghadapi ancaman tarif impor dari AS. FOTO/VCG
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India menegaskan tidak akan menghentikan impor minyak dari Rusia meskipun menghadapi ancaman tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. India menyatakan keputusan energi didasarkan pada kebutuhan nasional dan dinamika pasar global, bukan tekanan dari pihak ketiga.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, dalam jumpa pers mingguan, Jumat (1/8). Ia menekankan bahwa hubungan India-Rusia bersifat strategis dan jangka panjang, serta tidak semestinya dinilai melalui perspektif pihak ketiga.

"Hubungan kami dengan Rusia sudah teruji oleh waktu. Kebutuhan energi kami ditentukan oleh ketersediaan pasokan dan situasi global yang berkembang," ujar Jaiswal dikutip dari AP, Minggu (3/8).

Baca Juga: Strategi Baru Dedolarisasi BRICS, India Izinkan 30 Negara Berdagang dengan Rupee

Tanggapan ini muncul menyusul pernyataan keras dari Donald Trump, yang menyatakan niat untuk memberlakukan tarif 25 persen atas produk India serta pajak impor tambahan. Langkah itu dikaitkan dengan pembelian minyak mentah India dari Rusia yang menurut Trump merugikan kepentingan strategis Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa ancaman tersebut di tengah kecaman terhadap Rusia yang dianggap gagal menyepakati gencatan senjata di Ukraina. Ia juga mengisyaratkan sanksi ekonomi lanjutan jika tidak ada kemajuan diplomatik di kawasan tersebut.

India diketahui mulai meningkatkan pembelian minyak dari Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Pada Januari 2022, India hanya mengimpor sekitar 68.000 barel per hari. Namun pada Juni tahun yang sama melonjak menjadi 1,12 juta barel per hari.

Impor minyak Rusia oleh India bahkan mencapai puncaknya pada Mei 2023 sebesar 2,15 juta barel per hari. Sejak itu, volume impor berfluktuasi, namun tetap menjadikan Rusia sebagai salah satu mitra energi utama New Delhi.

Menurut data perusahaan analitik energi Kpler yang dikutip Press Trust of India, minyak Rusia sempat menyumbang hampir 40 persen dari total impor minyak mentah India dalam satu periode. Ini menjadikan Rusia sebagai pemasok terbesar minyak ke India, melampaui negara-negara Timur Tengah yang sebelumnya mendominasi.

Baca Juga: Rusia Tak Gentar Trump Kerahkan 2 Kapal Selam Nuklir AS, Malah Beri Respons Menohok

Konsumsi minyak mentah India diperkirakan mencapai 5,5 juta barel per hari, dengan 88 persen kebutuhan tersebut dipenuhi lewat impor. India adalah pengimpor minyak terbesar ketiga di dunia setelah China dan AS.

Sejak diberlakukan sanksi oleh negara-negara Barat, Rusia menjual minyaknya dengan harga diskon kemudian dimanfaatkan India untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga energi domestik. New Delhi berulang kali menyatakan bahwa keputusan membeli minyak Rusia murni berdasarkan kepentingan nasional dan bukan langkah politik.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Rekomendasi
2 Kuda Hitam Curi Panggung,...
2 Kuda Hitam Curi Panggung, Piala Dunia 2026 Hadirkan Era Baru?
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
Berita Terkini
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved