Airlangga Beberkan Alasan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,12%

Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:58 WIB
loading...
Airlangga Beberkan Alasan...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/Instagram
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah faktor yang mendasari pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di kuartal II-2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy) merupakan capaian tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% merupakan sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia masih resilien. Ini tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir," ujar Airlangga saat membuka Rakernas ke-34 Apindo, Selasa (5/8).

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025

Airlangga mengungkapkan capaian tersebut ditopang oleh kinerja positif berbagai perusahaan publik, khususnya di sektor ritel. Menurutnya laporan keuangan semester I-2025 dari sejumlah emiten menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti sektor industri yang mulai menunjukkan pemulihan, seiring dengan tren konsumsi masyarakat yang kian selektif dan mengarah pada digitalisasi. Minimarket, kios, hingga platform e-commerce menjadi titik tumpu pergeseran pola belanja masyarakat.

"Fenomena rojali tetap ada, tetapi tidak perlu dikhawatirkan. Sektor ritel masih tumbuh positif, bahkan lebih terkonsolidasi secara digital," ujarnya.

Lebih jauh, Airlangga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai pilar pertumbuhan baru. Saat ini, ekonomi digital menyumbang sekitar 15,5% terhadap PDB global, sementara Indonesia menguasai hampir 40 persen pangsa pasar digital di kawasan ASEAN.

Melalui kerangka kerja Digital Economy Framework Agreement (DEFA), ASEAN menargetkan nilai ekonomi digital mencapai USD2 triliun pada 2030. Dari jumlah tersebut, Indonesia diharapkan menyumbang hingga USD600 miliar. "E-commerce ASEAN bea masuknya hampir seluruhnya nol persen. Ini peluang besar," kata Airlangga.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi guna memperkuat permintaan domestik. Di sisi lain, sektor eksternal didorong melalui optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE), serta perluasan kerja sama perdagangan seperti CEPA dan FTA.

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025

Pemerintah juga meluncurkan skema Kredit Industri Padat Karya untuk membantu sektor manufaktur yang terdampak kebijakan dagang negara mitra, terutama dalam peremajaan alat produksi dan peningkatan efisiensi.

Airlangga menegaskan, posisi Indonesia kian strategis dalam tatanan global berkat kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Partisipasi aktif Indonesia di forum internasional seperti G20, BRICS, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi ke OECD dan CPTPP, menjadi bukti nyata peran global Indonesia yang makin diperhitungkan.

"Saya optimistis kalau seluruh pelaku usaha juga optimistis maka target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah bisa tercapai," tutup Airlangga.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved