SIG Sulap Lahan Pascatambang di Aceh Jadi Kawasan Konservasi
Selasa, 05 Agustus 2025 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas telah mengantarkan perusahaan ini meraih penghargaan PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di lahan pascatambang tersebut, setidaknya ada sembilan jenis flora yang memiliki kemampuan optimal dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK), seperti trembesi, sengon, jati, cemara, pulai, dan mangga.
Selain flora, lahan ini juga menjadi rumah bagi 26 jenis satwa liar, termasuk 21 mamalia, empat burung, dan satu reptil. Beberapa satwa langka yang ditemukan antara lain harimau Sumatra, linsang, anjing hutan Sumatra, dan trenggiling peusing.
Baca Juga: Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Tak hanya di darat, upaya konservasi juga merambah pesisir. PT Solusi Bangun Andalas menanam 4.950 batang mangrove di sepanjang Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga, dengan total area 1,25 hektare. Penanaman ini bekerja sama dengan LSM lingkungan dan masyarakat lokal.
Di lahan pascatambang tersebut, setidaknya ada sembilan jenis flora yang memiliki kemampuan optimal dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK), seperti trembesi, sengon, jati, cemara, pulai, dan mangga.
Selain flora, lahan ini juga menjadi rumah bagi 26 jenis satwa liar, termasuk 21 mamalia, empat burung, dan satu reptil. Beberapa satwa langka yang ditemukan antara lain harimau Sumatra, linsang, anjing hutan Sumatra, dan trenggiling peusing.
Baca Juga: Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Tak hanya di darat, upaya konservasi juga merambah pesisir. PT Solusi Bangun Andalas menanam 4.950 batang mangrove di sepanjang Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga, dengan total area 1,25 hektare. Penanaman ini bekerja sama dengan LSM lingkungan dan masyarakat lokal.
Lihat Juga :