Spin Off BTN Syariah Tertahan, Pengamat Ungkap Penyebab Utamanya
Kamis, 07 Agustus 2025 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan ini dijaga konsisten oleh BTN Syariah, bahkan dengan level yang lebih tinggi dari induknya sendiri. Terlihat dari pencapaian kinerja per kuartal I-2025, yang menunjukkan pembiayaan yang naik 18,2% year-on-year (yoy) menjadi Rp46,3 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,1 triliun.
Baca Juga: Muhammadiyah Batal Masuk Jadi Pemegang Saham Spin-Off BTN Syariah
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BTN Syariah juga terus terjaga, tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 19,9% yoy menjadi Rp51,4 triliun pada akhir Maret 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,9 triliun.
Emir mengatakan, pencapaian positif BTN Syariah yang konsisten ini harus didukung dengan mesin yang lebih besar sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Ujungnya, industri perbankan syariah nasional juga akan diuntungkan.
“Kehadiran BTN Syariah sebagai pemain baru dengan status BUS telah memiliki expertise di bidangnya dengan berbagai layanan perbankan syariah unggulan yang dimilikinya menjadi hal yang urgent saat ini, karena kuenya sangat besar, masih banyak area dan segmen masyarakat yang belum banyak terjamah oleh layanan syariah selama ini, dan itu tidak mungkin jika hanya dilayani oleh satu pemain saja,” jelas Emir.
Baca Juga: Muhammadiyah Batal Masuk Jadi Pemegang Saham Spin-Off BTN Syariah
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BTN Syariah juga terus terjaga, tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 19,9% yoy menjadi Rp51,4 triliun pada akhir Maret 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,9 triliun.
Emir mengatakan, pencapaian positif BTN Syariah yang konsisten ini harus didukung dengan mesin yang lebih besar sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Ujungnya, industri perbankan syariah nasional juga akan diuntungkan.
“Kehadiran BTN Syariah sebagai pemain baru dengan status BUS telah memiliki expertise di bidangnya dengan berbagai layanan perbankan syariah unggulan yang dimilikinya menjadi hal yang urgent saat ini, karena kuenya sangat besar, masih banyak area dan segmen masyarakat yang belum banyak terjamah oleh layanan syariah selama ini, dan itu tidak mungkin jika hanya dilayani oleh satu pemain saja,” jelas Emir.
(akr)
Lihat Juga :