Anggaran Program 3 Juta Rumah Rp49 Triliun di 2026, Paling Banyak untuk Renovasi
Kamis, 07 Agustus 2025 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Fahri juga menyoroti pentingnya kehadiran lembaga off-taker yang bertugas menyerap rumah hasil produksi pengembang, terutama untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurutnya, keberadaan lembaga seperti itu akan membuat pengembang lebih fokus pada proses pembangunan ketimbang pemasaran.
"Konsepnya mirip dengan Bulog yang menyerap gabah petani. Petani tinggal produksi. Begitu pula pengembang, tidak perlu memikirkan pemasaran, karena rumahnya akan langsung diserap negara," jelas Fahri.
Ia menilai Perum Perumnas idealnya berfungsi sebagai off-taker perumahan sosial. Namun dalam praktiknya, BUMN tersebut justru terdorong mencari keuntungan komersial, sehingga peran sosialnya terabaikan.
"Perumnas sekarang malah punya hotel dan properti komersial lain. Padahal fungsi dasarnya adalah menyediakan rumah sosial. Kalau mau bisnis properti kelas atas, silakan, tapi harus ada BUMN yang fokus ke rumah rakyat," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Harga Rumah Subsidi Bisa Turun di Bawah Rp60 Juta
"Konsepnya mirip dengan Bulog yang menyerap gabah petani. Petani tinggal produksi. Begitu pula pengembang, tidak perlu memikirkan pemasaran, karena rumahnya akan langsung diserap negara," jelas Fahri.
Ia menilai Perum Perumnas idealnya berfungsi sebagai off-taker perumahan sosial. Namun dalam praktiknya, BUMN tersebut justru terdorong mencari keuntungan komersial, sehingga peran sosialnya terabaikan.
"Perumnas sekarang malah punya hotel dan properti komersial lain. Padahal fungsi dasarnya adalah menyediakan rumah sosial. Kalau mau bisnis properti kelas atas, silakan, tapi harus ada BUMN yang fokus ke rumah rakyat," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Harga Rumah Subsidi Bisa Turun di Bawah Rp60 Juta
Lihat Juga :