PLN EPI dan Pemkab Indramayu Sinergi Kembangkan Energi Bersih Berbasis Biomassa
Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:20 WIB
loading...
PLN EPI dan Pemkab Indramayu menandatangani MoU pengembangan potensi daerah dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target NZE. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan Pemerintah Kabupaten Indramayu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan potensi daerah dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
Penandatanganan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam membangun ekosistem energi berbasis biomassa, khususnya di daerah dengan potensi pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang melimpah, seperti Indramayu.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan ekosistem biomassa nasional.
"Melalui kolaborasi ini, kami mendorong pemanfaatan limbah pertanian, limbah kehutanan, dan sampah perkotaan sebagai bahan baku yang akan digunakan dalam program cofiring PLTU. Target kami di tahun 2025 adalah mencapai pemanfaatan biomassa sebesar 3 juta ton, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya," ujar Hokkop dalam pernyataannya, Kamis (7/8).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Lebih lanjut, Hokkop menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan PLN EPI dalam pemanfaatan biomassa tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis operasional, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat lokal, antara lain melalui pemanfaatan lahan kritis dan marginal yang belum produktif.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut baik inisiatif ini dan menilai kerjasama tersebut sejalan dengan visi pembangunan Indramayu untuk menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pasok PLTU Adipala, PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap
"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menciptakan nilai tambah, membuka peluang kerja baru, serta memberikan dan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Kami berharap agar nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan implementatif oleh BUMD kami dan PLN EPI," ujarnya.
Penandatanganan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam membangun ekosistem energi berbasis biomassa, khususnya di daerah dengan potensi pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang melimpah, seperti Indramayu.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan ekosistem biomassa nasional.
"Melalui kolaborasi ini, kami mendorong pemanfaatan limbah pertanian, limbah kehutanan, dan sampah perkotaan sebagai bahan baku yang akan digunakan dalam program cofiring PLTU. Target kami di tahun 2025 adalah mencapai pemanfaatan biomassa sebesar 3 juta ton, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya," ujar Hokkop dalam pernyataannya, Kamis (7/8).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Lebih lanjut, Hokkop menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan PLN EPI dalam pemanfaatan biomassa tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis operasional, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat lokal, antara lain melalui pemanfaatan lahan kritis dan marginal yang belum produktif.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut baik inisiatif ini dan menilai kerjasama tersebut sejalan dengan visi pembangunan Indramayu untuk menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pasok PLTU Adipala, PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap
"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menciptakan nilai tambah, membuka peluang kerja baru, serta memberikan dan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Kami berharap agar nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan implementatif oleh BUMD kami dan PLN EPI," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :