Pasok PLTU Adipala, PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap
Kamis, 08 Mei 2025 - 12:54 WIB
loading...
Petani tengah merawat bibit tanaman energi di fasilitas pembibitan di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Rabu (7/5/2025). FOTO/M Faizal
A
A
A
CILACAP - PT PLN Energi Primer ( PLN EPI ) terus memperkuat ekosistem biomassa di tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap, yakni Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan, untuk memastikan keandalan pasokan biomassa bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala di masa mendatang.
Pengembangan ekosistem biomassa di 3 kecamatan tersebut telah dilakukan PLN EPI berkolaborasi dengan IPB sejak tahun 2023. Dari kerja sama tersebut, luas lahan tanaman energi di 3 kecamatan itu saat ini telah mencapai 106 hektare (ha). Dari luasan tersebut, terdapat kurang lebih 216.000 tanaman energi yang terdiri dari Kaliandra dan Gamal yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.
Baca Juga: Waspada Perlambatan, S&P Global Ratings Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,6% di 2025
"Rencananya luas lahan tanaman energi tersebut akan ditambah sekitar 90 ha lagi," ungkap Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra, di sela kunjungan media ke fasilitas pembibitan tanaman energi di Desa Keleng, Cilacap, Rabu (7/5/2025).
Menurut Khalda, pengembangan itu dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan biomassa untuk program co-firing di PLTU Adipala, Cilacap. PLTU tersebut saat ini menggunakan campuran biomassa 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara. Saat ini, sebagian pasokan biomassa ke PLTU Adipala berupa limbah serbuk kayu yang diperoleh dari industri sekitar.
"Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri," terangnya. Dengan bertambahnya luas lahan tanaman energi, diharapkan 3 kecamatan tersebut bisa memasok 1.000-2.000 ton biomassa per bulan.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
Pengembangan ekosistem biomassa di 3 kecamatan tersebut telah dilakukan PLN EPI berkolaborasi dengan IPB sejak tahun 2023. Dari kerja sama tersebut, luas lahan tanaman energi di 3 kecamatan itu saat ini telah mencapai 106 hektare (ha). Dari luasan tersebut, terdapat kurang lebih 216.000 tanaman energi yang terdiri dari Kaliandra dan Gamal yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.
Baca Juga: Waspada Perlambatan, S&P Global Ratings Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,6% di 2025
"Rencananya luas lahan tanaman energi tersebut akan ditambah sekitar 90 ha lagi," ungkap Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra, di sela kunjungan media ke fasilitas pembibitan tanaman energi di Desa Keleng, Cilacap, Rabu (7/5/2025).
Menurut Khalda, pengembangan itu dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan biomassa untuk program co-firing di PLTU Adipala, Cilacap. PLTU tersebut saat ini menggunakan campuran biomassa 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara. Saat ini, sebagian pasokan biomassa ke PLTU Adipala berupa limbah serbuk kayu yang diperoleh dari industri sekitar.
"Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri," terangnya. Dengan bertambahnya luas lahan tanaman energi, diharapkan 3 kecamatan tersebut bisa memasok 1.000-2.000 ton biomassa per bulan.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
Lihat Juga :