AAMAI Gelar The Forum: Menavigasi Ancaman dan Peluang Geopolitik di Industri Asuransi
Minggu, 10 Agustus 2025 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan asuransi, regulator, dan pemangku kepentingan utama untuk menghadapi ancaman geopolitik sekaligus memanfaatkan peluang bagi pertumbuhan berkelanjutan. “Forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga platform untuk membangun sinergi, memperluas wawasan, dan memperkuat strategi industri dalam menghadapi lanskap geopolitik yang penuh tantangan namun kaya peluang,” ujar Ketua AAMAI Robby Loho.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan, OJK menyambut baik penyelenggaraan forum ini. Kegiatan ini sebagai langkah penting mempercepat transformasi industri asuransi menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, sejalan dengan target RPJPN 2025-2045.
Menurutnya, industri asuransi harus bekerja keras melalui sinergi antara regulator, kebijakan, dan peningkatan kompetensi pelaku usaha, karena keberhasilan bisa dicapai dengan berkolaborasi. Berdasarkan data BPS, pada triwulan II tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% dengan kontribusi sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 0,13%, di mana asuransi dan dana pensiun menyumbang 0,05% hal ini sudah menunjukkan kontribusi positif. Baca juga: Jasaraharja Putera dan AAMAI Kembangkan Wisata Heritage Tracking Sobo Padesan DIY
”Meski dihadapkan pada tantangan seperti ketidakpastian geopolitik, perang dagang, dan perubahan iklim, kita harus tetap optimistis dan percaya. Bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat peran industri perasuransian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.
Dengan menggabungkan perspektif praktisi, regulator, dan akademisi, Indonesia Professional Insurance Forum 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk menavigasi perubahan global. Kemudian membangun resiliensi dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan, OJK menyambut baik penyelenggaraan forum ini. Kegiatan ini sebagai langkah penting mempercepat transformasi industri asuransi menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, sejalan dengan target RPJPN 2025-2045.
Menurutnya, industri asuransi harus bekerja keras melalui sinergi antara regulator, kebijakan, dan peningkatan kompetensi pelaku usaha, karena keberhasilan bisa dicapai dengan berkolaborasi. Berdasarkan data BPS, pada triwulan II tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% dengan kontribusi sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 0,13%, di mana asuransi dan dana pensiun menyumbang 0,05% hal ini sudah menunjukkan kontribusi positif. Baca juga: Jasaraharja Putera dan AAMAI Kembangkan Wisata Heritage Tracking Sobo Padesan DIY
”Meski dihadapkan pada tantangan seperti ketidakpastian geopolitik, perang dagang, dan perubahan iklim, kita harus tetap optimistis dan percaya. Bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat peran industri perasuransian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.
Dengan menggabungkan perspektif praktisi, regulator, dan akademisi, Indonesia Professional Insurance Forum 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk menavigasi perubahan global. Kemudian membangun resiliensi dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
(poe)
Lihat Juga :