Properti Syariah Didorong Jadi Solusi Backlog Perumahan
Minggu, 17 Agustus 2025 - 22:01 WIB
loading...
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) menggelar Pelatihan Pengembang Syariah Lanjutan sebagai upaya memperkuat kompetensi pelaku bisnis properti syariah di Tanah Air. Pelatihan ini dibuka secara resmi pada Sabtu (16/8) di Jakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama APSI dengan berbagai pihak, termasuk institusi keuangan syariah dan tokoh-tokoh kunci di sektor properti syariah. Di antaranya hadir perwakilan dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI, BPRS Al Salaam, Hijra Bank, dan Bank Mega Syariah.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Gagal Terwujud Tahun Ini, Fahri Hamzah Minta Maaf
Menurut panitia, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pengembang agar mampu menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat memastikan kualitas properti yang dikembangkan, baik dari sisi syariah maupun legalitas.
"Properti yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai syariah secara konsisten," ujar Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.
Baca Juga: Fahri Hamzah Kritik Keras BP Tapera: Kebanyakan Bohongin Pak Menteri
Fahri Hamzah, menyoroti tantangan backlog perumahan di Indonesia yang saat ini mencapai 15 juta unit. Ia meyakini, perkembangan properti syariah yang semakin diminati masyarakat bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah ini.
APSI hadir dengan slogan "Tanpa Riba, Tanpa Gharar, Tanpa Zhalim" sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan properti yang sehat secara syariah, kuat secara legal, dan berkualitas dari sisi fisik.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai perkembangan sektor properti terkini serta mampu berkontribusi nyata bagi pertumbuhan properti syariah di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama APSI dengan berbagai pihak, termasuk institusi keuangan syariah dan tokoh-tokoh kunci di sektor properti syariah. Di antaranya hadir perwakilan dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI, BPRS Al Salaam, Hijra Bank, dan Bank Mega Syariah.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Gagal Terwujud Tahun Ini, Fahri Hamzah Minta Maaf
Menurut panitia, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pengembang agar mampu menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat memastikan kualitas properti yang dikembangkan, baik dari sisi syariah maupun legalitas.
"Properti yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai syariah secara konsisten," ujar Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.
Baca Juga: Fahri Hamzah Kritik Keras BP Tapera: Kebanyakan Bohongin Pak Menteri
Fahri Hamzah, menyoroti tantangan backlog perumahan di Indonesia yang saat ini mencapai 15 juta unit. Ia meyakini, perkembangan properti syariah yang semakin diminati masyarakat bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah ini.
APSI hadir dengan slogan "Tanpa Riba, Tanpa Gharar, Tanpa Zhalim" sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan properti yang sehat secara syariah, kuat secara legal, dan berkualitas dari sisi fisik.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai perkembangan sektor properti terkini serta mampu berkontribusi nyata bagi pertumbuhan properti syariah di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :