HUT ke-80 RI, PHE Tegaskan Posisi Sebagai Kontributor Utama Kedaulatan Energi dan Swasembada Migas
Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Pada awal tahun 2025 ini, Subholding Upstream Pertamina melalui afiliasinya PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat pencapaian luar biasa dengan hasil tes uji produksi sumur BNG-064 yang melampaui target awal hingga 990%.
Sumur BNG-064 menjadi salah satu wujud komitmen Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD). Sumur BNG-064 yang berlokasi di Blok D struktur Benuang, bagian dari Field Adera, berhasil menghasilkan 1.400 BOPD dan 4,51 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), jauh di atas target awal sebesar 190 BOPD dan 0,15 MMSCFD.
Pencapaian luar biasa sumur BNG-064 diikuti oleh penemuan sumur baru BNG-067 di Area North West Benuang. Sumur ini berhasil mencatatkan produksi minyak 660,34 BOPD atau 440% dari target awal pemboran sebesar 150 BOPD. Sumur BNG-067 juga menghasilkan gas sebesar 0,807 MMSCFD atau 207% dari target pengusulan 0,39 MMSCFD.
Produksi sumur BNG-067 yang melebihi target berasal dari lapisan TAF K1, yang sebelumnya belum pernah berproduksi. Selain itu, masih terdapat potensi di lapisan lainnya yang akan diuji lebih lanjut untuk mendapatkan produksi optimal.
Keberhasilan pengeboran sumur di onshore Jawa Barat (EPN-002) dan akuisisi 3D seismik pada beberapa wilayah kerja onshore Sumatera juga menjadi catatan penting bagi kinerja Subholding Upstream Pertamina, termasuk penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) Melati dan WK Binaiya yang merupakan hasil lelang Wilayah Kerja tahap I dan II di tahun 2024.
Selain itu, Subholding Upstream mempersiapkan beberapa Project Development yang akan segera On-Stream pada Semester II 2025, di antaranya proyek strategis pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP yang didesain untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas total sebesar 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta Proyek Sisi Nubi yang merupakan proyek penting untuk meningkatkan produksi gas dan minyak (kondensat) dengan kapasitas desain rata-rata 30 MMSCFD per platform.
Proyek CEOR lapangan minas di Area A Stage-1 pun tengah bersiap, dengan menginjeksi cairan kimia ke reservoir, diharapkan mampu memberikan penambahan recovery factor sebesar 17-22 persen. Serta proyek Lapangan OO-OX yang diestimasi mampu menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2.996 BOPD dan produksi gas 21,26 MMSCFD.
Sumur BNG-064 menjadi salah satu wujud komitmen Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD). Sumur BNG-064 yang berlokasi di Blok D struktur Benuang, bagian dari Field Adera, berhasil menghasilkan 1.400 BOPD dan 4,51 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), jauh di atas target awal sebesar 190 BOPD dan 0,15 MMSCFD.
Pencapaian luar biasa sumur BNG-064 diikuti oleh penemuan sumur baru BNG-067 di Area North West Benuang. Sumur ini berhasil mencatatkan produksi minyak 660,34 BOPD atau 440% dari target awal pemboran sebesar 150 BOPD. Sumur BNG-067 juga menghasilkan gas sebesar 0,807 MMSCFD atau 207% dari target pengusulan 0,39 MMSCFD.
Produksi sumur BNG-067 yang melebihi target berasal dari lapisan TAF K1, yang sebelumnya belum pernah berproduksi. Selain itu, masih terdapat potensi di lapisan lainnya yang akan diuji lebih lanjut untuk mendapatkan produksi optimal.
Keberhasilan pengeboran sumur di onshore Jawa Barat (EPN-002) dan akuisisi 3D seismik pada beberapa wilayah kerja onshore Sumatera juga menjadi catatan penting bagi kinerja Subholding Upstream Pertamina, termasuk penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) Melati dan WK Binaiya yang merupakan hasil lelang Wilayah Kerja tahap I dan II di tahun 2024.
Selain itu, Subholding Upstream mempersiapkan beberapa Project Development yang akan segera On-Stream pada Semester II 2025, di antaranya proyek strategis pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP yang didesain untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas total sebesar 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta Proyek Sisi Nubi yang merupakan proyek penting untuk meningkatkan produksi gas dan minyak (kondensat) dengan kapasitas desain rata-rata 30 MMSCFD per platform.
Proyek CEOR lapangan minas di Area A Stage-1 pun tengah bersiap, dengan menginjeksi cairan kimia ke reservoir, diharapkan mampu memberikan penambahan recovery factor sebesar 17-22 persen. Serta proyek Lapangan OO-OX yang diestimasi mampu menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2.996 BOPD dan produksi gas 21,26 MMSCFD.
Lihat Juga :