KAI Digrogoti Utang Whoosh ke China, Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:27 WIB
loading...
KAI Digrogoti Utang...
KAI menghadapi tekanan keuangan berat akibat membengkaknya beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadapi tekanan keuangan berat akibat membengkaknya beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Proyek yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini dinilai belum optimal, sementara kewajiban pembayaran bunga ke China Development Bank (CDB) terus berjalan.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengungkapkan total utang proyek KCJB saat ini telah mencapai USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen berasal dari pinjaman CDB dengan bunga berkisar 3,5-4 persen.

"Beban bunganya saja mencapai sekitar Rp2 triliun per tahun. Ini jelas menjadi tekanan besar bagi KCIC, di mana KAI memegang porsi mayoritas kepemilikan," ujar Toto saat dihubungi SindoNews, di Jakarta, Sabtu (22/8).

Baca Juga: Whoosh Bikin Rugi KAI Rp1,6 Triliun, Masuk Rencana Kerja Danantara

Toto juga menyoroti kinerja keuangan KCIC yang masih membukukan kerugian. Pada semester I-2025, kerugian tercatat Rp1,6 triliun, turun dibandingkan Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini tetap menjadi beban bagi KAI sebagai induk konsorsium.

Menurutnya, pendapatan dari penjualan tiket tidak mungkin menutupi beban utang yang sangat besar itu. Saat ini, tingkat okupansi harian Whoosh masih di bawah skenario moderat, yakni sekitar 60 persen.

"Pendapatan Whoosh dalam setahun tidak akan mampu menutup biaya bunga dan cicilan pokok. Kondisi ini jelas di luar jangkauan KAI," kata Toto.

Ia menilai, jika situasi ini dibiarkan, KAI berisiko mengalami tekanan likuiditas yang berdampak pada operasional dan layanan publik perusahaan. “Struktur keuangan KAI bisa semakin rapuh, dan ujungnya memengaruhi pelayanan kereta reguler yang menjadi tanggung jawab BUMN ini,” tambahnya.

Baca Juga: Danantara Bakal Pangkas Anak Usaha BUMN, Bisnis BBM sampai Manajamen Aset Kena

Terkait hal itu, Toto mendukung langkah Danantara berencana mengambil alih sebagian beban utang KAI dari proyek kereta cepat. Menurutnya, langkah ini dapat menyehatkan struktur keuangan KAI dan memberi ruang lebih luas untuk pengembangan usaha.

"Jika sebagian utang dialihkan ke Danantara, KAI bisa kembali fokus sebagai operator bisnis. Struktur keuangannya akan lebih sehat, sehingga tidak terjebak masalah likuiditas," ujarnya.

Lebih lanjut, Toto menilai Danantara memiliki ruang gerak lebih fleksibel untuk mengembangkan potensi ekonomi di sekitar jalur kereta cepat. Salah satunya melalui pemanfaatan aset lahan untuk pengembangan kawasan atau kerja sama komersial lainnya.

"Pengembangan kawasan menjadi kunci. Beberapa konsorsium KCIC, seperti WIKA, sudah memiliki akses ke pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Halim dan lokasi lain. Potensi ini bisa dimaksimalkan agar Whoosh tidak hanya mengandalkan penjualan tiket," jelas Toto.

Ia menambahkan, pengembangan properti, pusat bisnis, maupun kawasan industri di sekitar jalur kereta cepat bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. "Jika potensi ini dioptimalkan, Whoosh bisa menghasilkan pemasukan lebih besar dan menjadi proyek yang berkelanjutan," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
KCIC Pasang Target Penumpang...
KCIC Pasang Target Penumpang Whoosh 30.000 per Hari di 2028
Anggaran Keselamatan...
Anggaran Keselamatan KAI Disorot Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved