Whoosh Bikin Rugi KAI Rp1,6 Triliun, Masuk Rencana Kerja Danantara

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 21:35 WIB
loading...
Whoosh Bikin Rugi KAI...
Pemudik berjalan di dekat Whoosh sebelum keberangkatan di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Jumat (28/3/2025). FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih menanggung beban kerugian dari operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) senilai Rp1,6 triliun hingga semester I-2025. Namun, masalah ini dipastikan menjadi salah satu prioritas penyelesaian dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 oleh Danantara, holding BUMN yang baru dibentuk.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penjajakan intensif bersama PT KAI untuk merampungkan masalah utang dan kerugian yang saat ini dimiliki oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Whoosh.

"Sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan proses itu. Kemarin kan Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, kita bereskan, masuk dalam RKAP kita tahun ini," ujar Dony saat ditemui di Smesco, Jumat (22/8).

Baca Juga: Danantara Ambil Alih Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat

Beban utang PT KCIC menjadi sorotan karena tingginya biaya operasional di tengah pendapatan yang masih minim. Kerugian sebesar Rp1,6 triliun yang tercatat pada paruh pertama 2025 ini menunjukkan perbaikan, sebab pada periode yang sama tahun 2024, kerugian yang dibukukan mencapai Rp2,3 triliun.

Untuk diketahui, PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian asal Tiongkok, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah 60 persen milik PT PSBI dan 40 persen milik Beijing Yawan.

Dalam struktur kepemilikan tersebut, PT KAI memegang porsi saham mayoritas sebesar 58,53 persen di PT PSBI, yang menjadikan kerugian KCIC secara langsung berdampak signifikan terhadap laporan keuangan BUMN perkeretaapian itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
Perusahaan Eropa Rugi...
Perusahaan Eropa Rugi Rp1.650 Triliun Akibat Sanksi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved