Mentan Amran Minta Masyarakat Indonesia Bersyukur, Sebut RI Lebih Baik dari Jepang
Minggu, 24 Agustus 2025 - 14:52 WIB
loading...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas ketersediaan beras nasional yang dinilai sangat mencukupi tahun ini. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian atau Mentan, Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas ketersediaan beras nasional yang dinilai sangat mencukupi tahun ini. Ia bahkan menyebut kondisi Indonesia lebih baik dibanding Jepang yang saat ini sedang mengalami lonjakan harga beras tertinggi.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur stok beras dalam negeri sangat cukup, sehingga tahun ini kita tidak impor beras. Hingga Agustus ini stok beras aman dan produksi on the track terus meningkat," kata Mentan Amran dalam keterangan resminya yang diterima pada Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Amran menyoroti situasi di Jepang, di mana harga beras melonjak hingga 90,7% pada Juli 2025, kenaikan tertinggi sejak tahun 1971. Kondisi tersebut bahkan memaksa masyarakat Jepang harus mengantre demi mendapatkan beras murah. Sebaliknya, Indonesia disebut Mentan saat ini mampu memenuhi kebutuhan beras dari produksi dalam negeri.
"Ini capaian luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut Mentan Amran memaparkan, berdasarkan data dari FAO, USDA, dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, produksi tercatat sebesar 30,62 juta ton, dan diperkirakan naik menjadi 33,8–35,6 juta ton pada 2025.
Tak hanya itu cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir yakni 4,2 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding stok tahun lalu yang hanya sekitar 1 juta ton.
“Dulu kita defisit stok dan terpaksa impor 7 juta ton pada 2023 dan 3–4 juta ton pada 2024. Kini, stok kita tertinggi dalam sejarah, dan dunia mengakui ketahanan pangan Indonesia. FAO dan Departemen Pertanian Amerika memuji capaian ini,” ungkap Mentan Amran.
Baca Juga: Cadangan Beras 3,97 Juta Ton, Kepala Bapanas: Stok Banyak, Tak Usah Khawatir
Amran juga memastikan bahwa panen kedua yang akan berlangsung pada September 2025 akan semakin memperkuat ketersediaan beras nasional. Dengan tren positif tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir soal pasokan beras.
“Stok kita besar, harga mulai turun, petani sejahtera, dan impor berhenti. Ini kado untuk bangsa," tutupnya.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur stok beras dalam negeri sangat cukup, sehingga tahun ini kita tidak impor beras. Hingga Agustus ini stok beras aman dan produksi on the track terus meningkat," kata Mentan Amran dalam keterangan resminya yang diterima pada Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Amran menyoroti situasi di Jepang, di mana harga beras melonjak hingga 90,7% pada Juli 2025, kenaikan tertinggi sejak tahun 1971. Kondisi tersebut bahkan memaksa masyarakat Jepang harus mengantre demi mendapatkan beras murah. Sebaliknya, Indonesia disebut Mentan saat ini mampu memenuhi kebutuhan beras dari produksi dalam negeri.
"Ini capaian luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut Mentan Amran memaparkan, berdasarkan data dari FAO, USDA, dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, produksi tercatat sebesar 30,62 juta ton, dan diperkirakan naik menjadi 33,8–35,6 juta ton pada 2025.
Tak hanya itu cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir yakni 4,2 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding stok tahun lalu yang hanya sekitar 1 juta ton.
“Dulu kita defisit stok dan terpaksa impor 7 juta ton pada 2023 dan 3–4 juta ton pada 2024. Kini, stok kita tertinggi dalam sejarah, dan dunia mengakui ketahanan pangan Indonesia. FAO dan Departemen Pertanian Amerika memuji capaian ini,” ungkap Mentan Amran.
Baca Juga: Cadangan Beras 3,97 Juta Ton, Kepala Bapanas: Stok Banyak, Tak Usah Khawatir
Amran juga memastikan bahwa panen kedua yang akan berlangsung pada September 2025 akan semakin memperkuat ketersediaan beras nasional. Dengan tren positif tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir soal pasokan beras.
“Stok kita besar, harga mulai turun, petani sejahtera, dan impor berhenti. Ini kado untuk bangsa," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :