Ternyata Lokal, 5 Merek Ini Kerap Disangka Produk Asing
Selasa, 26 Agustus 2025 - 10:45 WIB
loading...
Di tengah gempuran produk impor, industri dalam negeri terus menunjukkan geliatnya. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Di tengah gempuran produk impor, industri dalam negeri terus menunjukkan geliatnya. Banyak merek lokal yang sukses membangun citra, kualitas, dan inovasi hingga mampu bersaing dengan produk-produk internasional. Uniknya, beberapa merek ini bahkan saking kuatnya citra yang dibangun, kerap disangka sebagai produk luar negeri.
Tanpa disadari, Anda mungkin salah satu pengguna setianya. Berikut adalah lima merek kebanggaan anak bangsa yang sering disangka produk asing:
Faktanya, Krisbow merupakan merek asli Indonesia yang telah ada sejak tahun 1998. Nama Krisbow sendiri diambil dari singkatan Krisnandi Wibowo, putra dari pendiri Kawan Lama Group, Wong Jin. Hingga kini, merek ini dikelola oleh Kawan Lama Group yang juga menaungi Informa dan Chatime.
Produk-produknya sangat beragam, mulai dari televisi, kulkas, pendingin ruangan (AC), hingga sepeda motor. Kualitas produknya telah teruji dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.
Baca Juga: Resmi, Warga Indonesia ke Jepang Kini Bisa Belanja Pakai QRIS
Namun, Vinilon Group adalah merek asli Indonesia yang berdiri sejak 1979. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia solusi perpipaan dari hulu ke hilir. Produk-produknya telah digunakan secara luas di berbagai proyek pemerintah, industri, dan pembangunan kota. Salah satu inovasi unggulannya adalah Pipa Vinilon KRAH, yang dikembangkan dengan teknologi berlisensi dari Jerman dan diklaim memiliki daya tahan hingga 100 tahun.
Baca Juga: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Antam Naik Rp3.000 Hari Ini
Keberhasilan merek-merek ini membuktikan bahwa industri dalam negeri memiliki potensi besar. Dengan kualitas dan branding yang tepat, produk lokal mampu bersaing, bahkan mengungguli produk impor di pasar domestik.
Mendukung dan menggunakan produk lokal bukan hanya sekadar membeli, tetapi juga turut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membantu merek-merek asli Indonesia dikenal lebih luas di kancah internasional. Ini adalah wujud nyata dari cinta Tanah Air dan kontribusi untuk masa depan Indonesia yang lebih maju.
Tanpa disadari, Anda mungkin salah satu pengguna setianya. Berikut adalah lima merek kebanggaan anak bangsa yang sering disangka produk asing:
1. Krisbow
Nama Krisbow tentu sudah tak asing lagi di telinga. Merek ini dikenal sebagai penyedia aneka perkakas teknik, permesinan, hingga peralatan rumah tangga. Kesan perkakas impor yang melekat pada merek ini membuat banyak orang keliru.Faktanya, Krisbow merupakan merek asli Indonesia yang telah ada sejak tahun 1998. Nama Krisbow sendiri diambil dari singkatan Krisnandi Wibowo, putra dari pendiri Kawan Lama Group, Wong Jin. Hingga kini, merek ini dikelola oleh Kawan Lama Group yang juga menaungi Informa dan Chatime.
2. Polytron
Dengan nama yang terdengar kebarat-baratan, banyak masyarakat yang mengira Polytron adalah merek elektronik asal Jepang atau Eropa. Padahal, Polytron adalah perusahaan elektronik asli Indonesia yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah.Produk-produknya sangat beragam, mulai dari televisi, kulkas, pendingin ruangan (AC), hingga sepeda motor. Kualitas produknya telah teruji dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.
Baca Juga: Resmi, Warga Indonesia ke Jepang Kini Bisa Belanja Pakai QRIS
3. Vinilon Group
Di sektor infrastruktur, nama Vinilon sudah sangat dikenal. Kualitas produknya yang unggul dalam sistem perpipaan untuk air bersih, drainase, hingga jaringan gas, membuat merek ini sering dikira buatan luar negeri.Namun, Vinilon Group adalah merek asli Indonesia yang berdiri sejak 1979. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia solusi perpipaan dari hulu ke hilir. Produk-produknya telah digunakan secara luas di berbagai proyek pemerintah, industri, dan pembangunan kota. Salah satu inovasi unggulannya adalah Pipa Vinilon KRAH, yang dikembangkan dengan teknologi berlisensi dari Jerman dan diklaim memiliki daya tahan hingga 100 tahun.
4. Buccheri
Mendengar nama Buccheri, kesan sepatu asal Italia pasti langsung terlintas di benak banyak orang. Padahal, merek sepatu dan fesyen ini sepenuhnya buatan Indonesia. Didirikan pada tahun 1980-an dan berbasis di Jakarta, Buccheri telah menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari sepatu formal dengan desain elegan dan kualitas bahan yang tinggi.Baca Juga: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Antam Naik Rp3.000 Hari Ini
5. Lea Jeans
Lea Jeans adalah merek denim yang kerap dianggap berasal dari Amerika Serikat karena desain dan kualitasnya yang khas. Namun, seperti halnya merek-merek di atas, Lea Jeans adalah merek lokal yang telah hadir sejak 1970-an. Kualitasnya yang sebanding dengan merek internasional telah menjadikannya pilihan favorit bagi banyak konsumen di Tanah Air.Keberhasilan merek-merek ini membuktikan bahwa industri dalam negeri memiliki potensi besar. Dengan kualitas dan branding yang tepat, produk lokal mampu bersaing, bahkan mengungguli produk impor di pasar domestik.
Mendukung dan menggunakan produk lokal bukan hanya sekadar membeli, tetapi juga turut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membantu merek-merek asli Indonesia dikenal lebih luas di kancah internasional. Ini adalah wujud nyata dari cinta Tanah Air dan kontribusi untuk masa depan Indonesia yang lebih maju.
(nng)
Lihat Juga :