Forbes Menyebutnya Miliarder, tapi Orang Ini Malah Marah dan Menyerahkan Perusahaannya
Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:17 WIB
loading...
Pendiri Patagonia, Yvon Chouinard, di Foster Park, Ventura, California, Maret 2014. FOTO/Forbes
A
A
A
JAKARTA - Yvon Chouinard, pendiri merek pakaian outdoor ternama Patagonia, mengejutkan dunia dengan keputusannya untuk menyerahkan seluruh saham perusahaannya senilai sekitar USD3 miliar kepada sebuah yayasan amal. Langkah ini diambil bukan untuk memperkaya diri, melainkan sebagai bentuk protes terhadap statusnya sebagai miliarder, yang dianggapnya gagal dalam misi menyelamatkan bumi.
Meskipun Forbes pernah menggolongkannya sebagai miliarder dengan kekayaan sekitar USD1,2 miliar, Chouinard tidak merasa bangga dengan gelar tersebut. Dalam sebuah surat terbuka kepada pelanggan dan staf Patagonia, ia mengekspresikan kemarahannya terhadap paradigma bisnis tradisional yang mengekstraksi kekayaan dari alam demi keuntungan pribadi.
"Bumi sekarang adalah satu-satunya pemegang saham kami," ungkap Chouinard, yang memilih menyerahkan Patagonia kepada dua entitas nirlaba, Patagonia Purpose Trust dan Holdfast Collective. Kedua entitas ini fokus pada upaya memerangi krisis iklim dan konservasi lingkungan.
Baca Juga: Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris, Sebut Dunia Barat Menuju Kehancuran
Dengan struktur baru ini, seluruh laba Patagonia yang tidak diinvestasikan kembali akan digunakan untuk mendanai upaya perlindungan alam dan aksi lingkungan. Pendekatan ini menolak model perusahaan publik yang mengejar keuntungan jangka pendek, yang berpotensi menggeser nilai-nilai keberlanjutan yang selama ini dijunjung oleh Patagonia.
Chouinard menjelaskan, sebelum mengambil keputusan ini, ia sempat mempertimbangkan untuk menjual Patagonia atau menjadikannya perusahaan publik. Namun, kedua opsi tersebut dinilai berisiko mengorbankan misi dan nilai perusahaan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Patagonia diproyeksikan dapat menyumbangkan sekitar USD 100 juta per tahun untuk kegiatan lingkungan, jumlah yang tergantung pada kondisi bisnis dan pasar. Selain dikenal sebagai pelopor gaya bisnis berkelanjutan, Patagonia juga aktif mengajak konsumen untuk lebih bertanggung jawab, seperti tidak membeli berlebihan, memperbaiki produk yang rusak, dan menggunakan bahan ramah lingkungan.
Baca Juga: BRICS Dilanda Isu Skandal Korupsi Elite, Para Pemimpinnya Sembunyikan Miliaran Dolar di Bank Swiss
Keputusan Chouinard ini menimbulkan gelombang inspirasi bagi banyak pengusaha dan aktivis lingkungan, sekaligus menjadi kritik tajam terhadap paradigma kapitalisme yang dinilai tidak ramah lingkungan.
"Daripada mengekstraksi nilai dari alam dan mengubahnya jadi kekayaan bagi investor, kami memilih menggunakan kekayaan Patagonia untuk melindungi sumber daya alam itu sendiri," tegas Chouinard.
Langkah berani ini, Chouinard tidak hanya melepas harta terbesar dalam hidupnya, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan yang berani dalam misi sosial dan lingkungan yang jauh lebih besar daripada sekadar keuntungan finansial. Keputusan ini menjadi contoh nyata bahwa bisnis dapat beroperasi dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Chouinard berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk mengutamakan keberlanjutan dan melindungi lingkungan, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Meskipun Forbes pernah menggolongkannya sebagai miliarder dengan kekayaan sekitar USD1,2 miliar, Chouinard tidak merasa bangga dengan gelar tersebut. Dalam sebuah surat terbuka kepada pelanggan dan staf Patagonia, ia mengekspresikan kemarahannya terhadap paradigma bisnis tradisional yang mengekstraksi kekayaan dari alam demi keuntungan pribadi.
"Bumi sekarang adalah satu-satunya pemegang saham kami," ungkap Chouinard, yang memilih menyerahkan Patagonia kepada dua entitas nirlaba, Patagonia Purpose Trust dan Holdfast Collective. Kedua entitas ini fokus pada upaya memerangi krisis iklim dan konservasi lingkungan.
Baca Juga: Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris, Sebut Dunia Barat Menuju Kehancuran
Dengan struktur baru ini, seluruh laba Patagonia yang tidak diinvestasikan kembali akan digunakan untuk mendanai upaya perlindungan alam dan aksi lingkungan. Pendekatan ini menolak model perusahaan publik yang mengejar keuntungan jangka pendek, yang berpotensi menggeser nilai-nilai keberlanjutan yang selama ini dijunjung oleh Patagonia.
Chouinard menjelaskan, sebelum mengambil keputusan ini, ia sempat mempertimbangkan untuk menjual Patagonia atau menjadikannya perusahaan publik. Namun, kedua opsi tersebut dinilai berisiko mengorbankan misi dan nilai perusahaan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Patagonia diproyeksikan dapat menyumbangkan sekitar USD 100 juta per tahun untuk kegiatan lingkungan, jumlah yang tergantung pada kondisi bisnis dan pasar. Selain dikenal sebagai pelopor gaya bisnis berkelanjutan, Patagonia juga aktif mengajak konsumen untuk lebih bertanggung jawab, seperti tidak membeli berlebihan, memperbaiki produk yang rusak, dan menggunakan bahan ramah lingkungan.
Baca Juga: BRICS Dilanda Isu Skandal Korupsi Elite, Para Pemimpinnya Sembunyikan Miliaran Dolar di Bank Swiss
Keputusan Chouinard ini menimbulkan gelombang inspirasi bagi banyak pengusaha dan aktivis lingkungan, sekaligus menjadi kritik tajam terhadap paradigma kapitalisme yang dinilai tidak ramah lingkungan.
"Daripada mengekstraksi nilai dari alam dan mengubahnya jadi kekayaan bagi investor, kami memilih menggunakan kekayaan Patagonia untuk melindungi sumber daya alam itu sendiri," tegas Chouinard.
Langkah berani ini, Chouinard tidak hanya melepas harta terbesar dalam hidupnya, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan yang berani dalam misi sosial dan lingkungan yang jauh lebih besar daripada sekadar keuntungan finansial. Keputusan ini menjadi contoh nyata bahwa bisnis dapat beroperasi dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Chouinard berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk mengutamakan keberlanjutan dan melindungi lingkungan, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
(nng)
Lihat Juga :