Lampaui Target, Sumur Baru PHE ONWJ Produksi 2.635 Barel Minyak per Hari
Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:19 WIB
loading...
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat capaian signifikan dari sumur baru LLE-5ST di Lapangan Lima, perairan lepas pantai Karawang, Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat capaian signifikan dari sumur baru LLE-5ST di Lapangan Lima, perairan lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Dalam uji produksi perdana pada Jumat (22/8), sumur tersebut mampu menghasilkan 2.635 barel minyak per hari (bph).
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, mengatakan pengeboran ini menargetkan lapisan batuan LL-30 dari Formasi Main yang terbukti mengandung cadangan minyak signifikan. "Sumur ini adalah pengembangan di area selatan Lapangan Lima yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (27/8).
Baca Juga: Capaian Lifting Minyak per Juni 2025 Tembus 608 Ribu Barel/Hari Lampaui Target APBN
Keberhasilan tersebut berawal dari studi pemrosesan ulang data seismik menggunakan teknologi Pre-Stack Depth Migration (PSDM). Analisis mendalam itu mengungkap adanya potensi lapisan minyak baru yang kemudian menjadi dasar pengeboran ulang sumur LLE-5 yang sudah tidak aktif sejak 2012.
Pengeboran ulang dilakukan dengan teknik directional drilling atau pengeboran berarah. Sumur dibuat melengkung seperti huruf “J”, memungkinkan tim menjangkau lapisan minyak yang berada jauh dari titik awal pengeboran tanpa perlu membuat sumur baru di lokasi lain.
Keberhasilan ini tidak hanya menghasilkan produksi tinggi, tetapi juga menunjukkan efisiensi pengerjaan. Proses pengeboran dapat diselesaikan hanya dalam 37 hari, lebih cepat dari target 46,2 hari. Bahkan, eksekusi proyek ini rampung lebih cepat dari rencana semula yang dijadwalkan selesai pada 2026.
"Produksi dari sumur ini akan terus kami pantau. Kami juga melakukan optimasi teknis, seperti mengatur suplai gas (gas lift) dan ukuran klep pengendali aliran (choke) untuk memastikan produksi tetap stabil dan optimal," kata Wira.
Ia menambahkan, PHE ONWJ tetap berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kualitas operasi dalam setiap proses pengembangan lapangan. “Insya Allah, produksi minyak dari Lapangan ONWJ akan terus meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: Arab Saudi Pangkas Harga Minyak Asia ke Level Terendah dalam 4 Tahun Terakhir
Capaian ini dinilai menjadi bukti keberhasilan inovasi teknologi dan soliditas tim di PHE ONWJ. Selain menambah cadangan di Lapangan Lima, keberhasilan ini memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target peningkatan produksi minyak nasional.
PHE ONWJ akan melanjutkan pemantauan dan pengembangan lanjutan di wilayah selatan Lapangan Lima untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih ada. Upaya ini diharapkan dapat terus mendukung ketahanan energi nasional.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama yang baik di internal tim, dukungan para mitra, serta koordinasi dengan SKK Migas. Hasilnya membuktikan bahwa dengan inovasi dan kerja sama yang solid, target produksi dapat dicapai," kata Wira.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, mengatakan pengeboran ini menargetkan lapisan batuan LL-30 dari Formasi Main yang terbukti mengandung cadangan minyak signifikan. "Sumur ini adalah pengembangan di area selatan Lapangan Lima yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (27/8).
Baca Juga: Capaian Lifting Minyak per Juni 2025 Tembus 608 Ribu Barel/Hari Lampaui Target APBN
Keberhasilan tersebut berawal dari studi pemrosesan ulang data seismik menggunakan teknologi Pre-Stack Depth Migration (PSDM). Analisis mendalam itu mengungkap adanya potensi lapisan minyak baru yang kemudian menjadi dasar pengeboran ulang sumur LLE-5 yang sudah tidak aktif sejak 2012.
Pengeboran ulang dilakukan dengan teknik directional drilling atau pengeboran berarah. Sumur dibuat melengkung seperti huruf “J”, memungkinkan tim menjangkau lapisan minyak yang berada jauh dari titik awal pengeboran tanpa perlu membuat sumur baru di lokasi lain.
Keberhasilan ini tidak hanya menghasilkan produksi tinggi, tetapi juga menunjukkan efisiensi pengerjaan. Proses pengeboran dapat diselesaikan hanya dalam 37 hari, lebih cepat dari target 46,2 hari. Bahkan, eksekusi proyek ini rampung lebih cepat dari rencana semula yang dijadwalkan selesai pada 2026.
"Produksi dari sumur ini akan terus kami pantau. Kami juga melakukan optimasi teknis, seperti mengatur suplai gas (gas lift) dan ukuran klep pengendali aliran (choke) untuk memastikan produksi tetap stabil dan optimal," kata Wira.
Ia menambahkan, PHE ONWJ tetap berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kualitas operasi dalam setiap proses pengembangan lapangan. “Insya Allah, produksi minyak dari Lapangan ONWJ akan terus meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: Arab Saudi Pangkas Harga Minyak Asia ke Level Terendah dalam 4 Tahun Terakhir
Capaian ini dinilai menjadi bukti keberhasilan inovasi teknologi dan soliditas tim di PHE ONWJ. Selain menambah cadangan di Lapangan Lima, keberhasilan ini memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target peningkatan produksi minyak nasional.
PHE ONWJ akan melanjutkan pemantauan dan pengembangan lanjutan di wilayah selatan Lapangan Lima untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih ada. Upaya ini diharapkan dapat terus mendukung ketahanan energi nasional.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama yang baik di internal tim, dukungan para mitra, serta koordinasi dengan SKK Migas. Hasilnya membuktikan bahwa dengan inovasi dan kerja sama yang solid, target produksi dapat dicapai," kata Wira.
(nng)
Lihat Juga :