Uang Triliunan Konglomerat Bisa Pulang lewat Patriot Bond, Ini Penjelasan Pakar

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:08 WIB
loading...
Uang Triliunan Konglomerat...
Rencana Danantara Indonesia menerbitkan private placement Patriot Bond senilai Rp50 triliun menuai dukungan. Instrumen ini dapat menjadi jalan bagi dana konglomerat nasional di luar negeri kembali Tanah Air. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Rencana Danantara Indonesia menerbitkan private placement Patriot Bond senilai Rp50 triliun menuai dukungan. Instrumen ini dinilai dapat menjadi jalan bagi dana konglomerat nasional yang selama ini disimpan di luar negeri untuk kembali bekerja bagi pembangunan dalam negeri.

Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Piter Abdullah mengatakan, Patriot Bond dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal. Instrumen ini memberi jalan bagi konglomerat untuk menempatkan dana mereka secara aman sekaligus berkontribusi langsung pada pembangunan. ”Dengan cara ini, ketergantungan pada pinjaman asing bisa dikurangi, sementara kapasitas pembiayaan domestik meningkat,” katanya, Rabu (27/8/2025). Baca juga: Danantara Siapkan Patriot Bonds, Ditawarkan ke Pengusaha Lokal

Piter menambahkan Patriot Bond diarahkan untuk mendukung proyek-proyek berdampak tinggi seperti pengelolaan sampah menjadi listrik (waste to energy), transisi energi , dan pengembangan teknologi hijau. Instrumen ini menciptakan multiplier effect.

”Dana yang ditempatkan konglomerat tidak berhenti sebagai angka di neraca. Dana itu ikut menggerakkan roda perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, hingga penguatan daya saing nasional,” jelasnya.

Dari sisi pasar, ruang pembiayaan juga masih sangat terbuka. Menurut data OECD (2025) dan Asian Development Bank (ADB), porsi obligasi korporasi di Indonesia baru sekitar 2,5-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Thailand, Korea, maupun Jepang, sehingga menunjukkan adanya potensi besar untuk memperdalam pasar keuangan domestik.

Menariknya, beberapa laporan menyebut Patriot Bond sudah mengalami oversubscribe bahkan sebelum proses bookbuilding selesai. Salah satu konglomerasi besar seperti Djarum tercatat berada di daftar penawar teratas, meski detail angkanya belum dikonfirmasi. Antusiasme ini menjadi sinyal bahwa kalangan usaha besar melihat Patriot Bond bukan sekadar kewajiban patriotik, tetapi juga peluang investasi strategis.

Piter menegaskan Patriot Bond juga dapat dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial kalangan konglomerat. Dengan tata kelola yang baik, Patriot Bond menjadi lebih dari sekadar instrumen investasi. ”Ia bisa menjadi simbol kepedulian sosial kalangan usaha besar, bahwa kekuatan finansial mereka bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk keberlanjutan bangsa,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Obligasi Global Danantara...
Obligasi Global Danantara Laris Manis, Momentum Emas untuk Buy Indonesia
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Rekomendasi
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
Tak Bisa Ditandingi...
Tak Bisa Ditandingi NATO, Ini Kehebatan Kapal Selam Nuklir Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved