Jembatan Nusantara Urat Nadi Logistik, Angkut 1,3 Juta Kendaraan di 19 Lintasan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Permintaan terus meningkat, mencerminkan peran strategis layanan LDF dalam memperkuat rantai pasok dan perdagangan nasional. Adapun jadwal operasionalnya dijalankan KMP Swarna Bahtera dan KM Madani Nusantara, dengan frekuensi pelayaran empat kali seminggu dari masing-masing pelabuhan, yang bersifat dinamis sesuai kondisi cuaca dan operasional.
Selain Balikpapan-Parepare, ASDP juga memperkuat dua rute tambahan LDF dari Pelabuhan Patimban (Jawa Barat), yakni Patimban-Pontianak dan Patimban–Banjarmasin. Rute ini dilayani oleh KMP Ferrindo V dengan kapasitas angkut 145 unit kendaraan campuran. Waktu tempuh mencapai 38 jam ke Pontianak (420 mil laut) dan 40 jam ke Banjarmasin (444 mil laut). Layanan rute ini menjadi solusi strategis untuk kelancaran distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Kalimantan, terutama bagi kendaraan logistik berskala besar. Baca juga: Gubernur Jatim Minta Kapal di Ketapang-Gilimanuk Ditambah, Gapasdap Sarankan Tambah Dermaga
Selain rute LDF, JN juga mengoperasikan lintasan-lintasan SDF strategis yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padang Bai, Lembar-Jangkar, Bajoe-Kolaka, Merak-Bakauheni, Kayangan-Pototano, Batulicin-Kota Baru (Tg Serdang), Tanjung Api-api-Muntok, Kariangau-Panajam, Kariangau-Mamuju, Kariangau-Taipa, Air Putih-Sei Selari, Telaga Punggur-Tanjung Uban, Telaga Punggur-Kuala Tungkal, Telaga Punggur-Sei Selari, Dumai-Rupat, Bardan-Siantan, serta Amolengo-Labuan.
Lintasan-lintasan ini melayani arus harian kendaraan dan penumpang yang krusial bagi distribusi bahan pokok, konektivitas antarwilayah, serta penguatan ekonomi lokal. ASDP bersama JN akan terus memperkuat sektor logistik dengan strategi ekspansi rute, peningkatan kapasitas armada, serta digitalisasi sistem layanan. ”Kami optimistis sektor logistik dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif,” tandasnya.
Selain Balikpapan-Parepare, ASDP juga memperkuat dua rute tambahan LDF dari Pelabuhan Patimban (Jawa Barat), yakni Patimban-Pontianak dan Patimban–Banjarmasin. Rute ini dilayani oleh KMP Ferrindo V dengan kapasitas angkut 145 unit kendaraan campuran. Waktu tempuh mencapai 38 jam ke Pontianak (420 mil laut) dan 40 jam ke Banjarmasin (444 mil laut). Layanan rute ini menjadi solusi strategis untuk kelancaran distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Kalimantan, terutama bagi kendaraan logistik berskala besar. Baca juga: Gubernur Jatim Minta Kapal di Ketapang-Gilimanuk Ditambah, Gapasdap Sarankan Tambah Dermaga
Selain rute LDF, JN juga mengoperasikan lintasan-lintasan SDF strategis yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padang Bai, Lembar-Jangkar, Bajoe-Kolaka, Merak-Bakauheni, Kayangan-Pototano, Batulicin-Kota Baru (Tg Serdang), Tanjung Api-api-Muntok, Kariangau-Panajam, Kariangau-Mamuju, Kariangau-Taipa, Air Putih-Sei Selari, Telaga Punggur-Tanjung Uban, Telaga Punggur-Kuala Tungkal, Telaga Punggur-Sei Selari, Dumai-Rupat, Bardan-Siantan, serta Amolengo-Labuan.
Lintasan-lintasan ini melayani arus harian kendaraan dan penumpang yang krusial bagi distribusi bahan pokok, konektivitas antarwilayah, serta penguatan ekonomi lokal. ASDP bersama JN akan terus memperkuat sektor logistik dengan strategi ekspansi rute, peningkatan kapasitas armada, serta digitalisasi sistem layanan. ”Kami optimistis sektor logistik dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :