Rupiah dan IHSG Babak Belur Imbas Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 13:38 WIB
loading...
Rupiah dan IHSG Babak...
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk pada perdagangan Jumat (29/8). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk pada perdagangan Jumat (29/8), seiring meningkatnya ketidakstabilan politik dan sosial di dalam negeri. Gejolak ini dipicu insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) setelah tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah demonstrasi.

Di pasar spot, rupiah dibuka di level Rp16.347 per dolar AS namun terus melemah hingga menembus Rp16.513 per dolar AS pada sesi siang. Pelemahan ini menandai tekanan signifikan terhadap mata uang Garuda. Sementara itu, IHSG ikut terjungkal dengan koreksi hingga 2 persen, menyentuh level 7.788 dari posisi tertingginya di awal pekan.

Baca Juga: Ribuan Driver Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan yang Tewas Terlindas Rantis Brimob

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor internal dan eksternal. Namun, menurutnya, sentimen domestik menjadi faktor paling dominan yang menekan pasar.

"Kejadian tadi malam benar-benar membuat masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar, semakin memanas. Dampaknya terasa di pasar keuangan," ujar Ibrahim, Jumat (29/8).

Selain insiden tersebut, Ibrahim menyoroti isu-isu lain yang memperburuk kepercayaan publik, seperti rencana pemberian tunjangan perumahan bagi anggota DPR dan kasus korupsi yang menyeret mantan aktivis 1998. "Carut-marut ini membuat pasar semakin apatis terhadap stabilitas politik di Indonesia," katanya.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, mengamini analisis tersebut. Menurutnya, tekanan jual di bursa saham tak lepas dari kekhawatiran investor global terhadap kondisi sosial-politik domestik yang dinilai tidak kondusif.

"Gejolak sosial diperparah oleh respons pemerintah yang belum tepat. Alih-alih meredakan ketegangan, justru muncul himbauan work from home (WFH) untuk anggota DPR, yang dinilai tidak menjawab akar masalah," ujar Hendra.

Baca Juga: Pemakaman Affan Kurniawan yang Dilindas Rantis Penuh Haru, Driver Ojol Kenakan Jaket Hijau Sambil berdoa

Hendra menambahkan, sorotan media internasional terhadap situasi ini membuat investor asing semakin berhati-hati dalam mengalirkan dana ke pasar Indonesia. Kondisi ini berpotensi menekan pasar keuangan lebih dalam jika ketidakpastian politik tidak segera mereda.

Pelemahan rupiah dan IHSG ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar keuangan terhadap ketidakstabilan politik. Investor, baik lokal maupun asing, cenderung mengamankan asetnya ketika risiko meningkat, sehingga menimbulkan tekanan jual dan melemahnya likuiditas.

Sementara, di tengah gonjang-ganjing politik dan pasar, DPR memperingati usia ke-80 sejak terbentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945. Namun, peringatan ini justru dibayangi protes massa terhadap kinerja dan kepekaan sosial para legislator.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved