SUN Energy Komitmen Perkuat Kiprah Energi Bersih di Industri

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:42 WIB
loading...
SUN Energy Komitmen...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
SUN Energy, selaku pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Panel komersial dan industri (C&I) terdepan di Indonesia sukses mengukuhkan posisinya sekaligus mencatat tonggak penting dalam perjalanannya sebagai developer PLTS Atap nomor satu di Indonesia setelah mencapai tonggak penting 200 MW kapasitas terpasang sejak berdiri pada 2016.

Pencapaian ini dirayakan di fasilitas PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) di Cikande, Serang, Banten, salah satu proyek PLTS Atap terbesar di industri aseptic packaging dengan total kapasitas 5,33 MW.

Hingga pertengahan 2025, SUN Energy telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi, melayani lebih dari 50 sektor industri mulai dari Fast Moving Consumer Goods atau FMCG (5,5%), otomotif (2,8%), makanan & minuman (5,2%), hingga pertambangan (6,2%). Portofolio klien SUN Energy mencakup nama-nama besar seperti Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan kini LamiPak.

Total kapasitas 200 MW PLTS yang telah dikembangkan SUN Energy diperkirakan menghasilkan lebih dari 295 juta kWh energi bersih per tahun dan menekan emisi karbon hingga 228 ribu ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 3,1 juta pohon.

“Sejak awal berdiri, visi kami adalah menjadikan SUN Energy sebagai mitra utama industri dalam transisi energi. Dengan pencapaian 200 MW kapasitas terpasang, kami resmi mengukuhkan diri sebagai developer PLTS Atap nomor satu di Indonesia," kata Emmanuel Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy di pabrik PT LamiPak Indonesia, Banten, belum lama ini.

Akan tetapi, sambungnya, capaian ini bukan garis akhir, melainkan titik tolak transformasi kami. SUN Energy kini bergerak melampaui Solar-as-a-Service, semakin memperluas peran menjadi Sustainability-as-a-Service, menghadirkan solusi berkelanjutan yang mencakup energi surya, penyimpanan energi, solusi elektrifikasi armada (fleet-as-a-service) dan ekosistem kendaraan listrik, hingga pengelolaan air.

“Kami ingin memastikan transisi energi tidak hanya meningkatkan daya saing bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas” ungkapnya.

Menurut Oky Gunawan, Chief of Sales SUN Energy, kiprah perusahaan tidak terbatas di dalam negeri. Selain di Indonesia, SUN Energy juga memiliki mitra PLTS Atap di luar negeri seperti Thailand, Australia, Vietnam dengan total kapasitas terpasang sekitar 200 MW.

"Saat ini total kapasitas terpasang SUN Energy sekitar 400 MW,” ujarnya. Ia optimistis tren permintaan PLTS Atap akan terus meningkat. Hingga akhir 2025, kapasitas terpasang diperkirakan mencapai 270 MW, melonjak dari sekitar 185 MW di akhir 2024.

Meski demikian, Oky mengingatkan target tahun depan masih bergantung pada kuota yang diberikan PLN. “Paling tidak Sun Energy akan membangun PLTS Atap sekitar 30% dari kuota yang disediakan PLN,” katanya.

CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menambahkan bahwa hingga pertengahan 2025 pihaknya telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi dan melayani lebih dari 50 sektor industri.

“Sun Energy fokus membidik segmen komersial dan industri yang memberikan kontribusi hingga 90%,” ujarnya.

Portofolio klien perusahaan terentang dari sektor FMCG (5,5%), otomotif (2,8%), makanan & minuman (5,2%), hingga pertambangan (6,2%). Nama-nama besar seperti Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan kini LamiPak termasuk di dalamnya.

Salah satu kontribusi penting terhadap capaian SUN Energy datang dari LamiPak Indonesia, yang sejak 2024 memulai transformasi energi bersih bersama SUN Energy melalui pembangunan PLTS Atap fase pertama berkapasitas 2,8 MWp.

Keberhasilan itu mendorong realisasi fase kedua sebesar 2,4 MWp, sehingga kapasitas total kini mencapai 5,33 MWp. Lewat adanya Instalasi solar panel ini diproyeksikan menghasilkan 7.1 GWh energi bersih dan menekan emisi karbon hingga 5.645 ton CO₂, setara dengan penanaman 91.130 pohon.

Sebagai produsen aseptic packaging, LamiPak berdiri di garis depan industri dengan standar tinggi pada inovasi dan kualitas. Perusahaan kemasan aseptik pertama di Indonesia ini melayani pasar nasional maupun internasional dengan produk yang menjamin integritas, keamanan, dan higenitas pangan.

Komitmen pada keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis global LamiPak, sehingga investasi pada PLTS Atap di pabrik barunya di Cikande sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan solusi berdaya saing sekaligus ramah lingkungan.

Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia mengatakan bahwa bagi LamiPak, investasi PLTS Atap menjadi bagian dari bagian strategi menuju Zero Nett Carbon Roadmap 2050. Anton Hui, Managing Director LamiPak Indonesia, menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan dalam dua fase, yakni 2,8 MWp pada fase pertama dan 2,4 MWp pada fase kedua.

“Portofolio ini makin menegaskan bahwa energi bersih (ramah lingkungan) pun dapat berjalan beriringan dengan standar industri internasional,” ujarnya.

Meski tidak menyebutkan angka pasti, Oky pun memberi gambaran kebutuhan investasi PLTS Atap. Untuk kapasitas 1 MW, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Dengan demikian, kapasitas 5,33 MW di LamiPak diperkirakan menelan investasi sekitar Rp53 miliar, meski angka akhir bisa berbeda tergantung kondisi proyek.

Dengan pencapaian ini, SUN Energy semakin menegaskan posisinya sebagai motor transisi energi bersih di Tanah Air. Tak hanya dalam rangka memperkuat ekosistem industri hijau, namun juga menunjukkan bahwa energi surya dapat menjadi tulang punggung keberlanjutan bagi berbagai sektor industri di Indonesia.

Dia mengungkapkan, pemanfaatan PLTS Atap di sektor industri, komersial, maupun rumah tangga menjadi jalan strategis untuk bisa mempercepat pemanfaatan potensi yang cukup besar dari energi surya.

“Berdasarkan data tahun 2024 Kementerian ESDM RI, capaian PLTS terpasang di Indonesia kurang lebih di angka 900 MW. Jadi, luar biasa untuk SUN Energy yang sudah memasang 200 MW,” ujar Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan KESDM RI yang hadir secara daring dalam acara perayaan 200 MW ini.

Dengan fondasi tersebut, SUN Energy berada pada posisi strategis untuk mempercepat transisi energi dan mendukung lebih banyak industri menuju masa depan hijau dan berdaya saing global. Terutama, SUN Energy siap mendorong percepatan implementasi industri hijau sekaligus menjadi pilar transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions 2060
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
MSP Targetkan Penggunaan...
MSP Targetkan Penggunaan Energi Terbarukan 100% di Fasilitas Smelter
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas...
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas Layaknya Benteng Alami Saat Banjir Kayu di Sumatera
Transisi Energi Berkeadilan...
Transisi Energi Berkeadilan Perlu Langkah Stratejik dan Kolaborasi Multi Pihak
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Dorong Energi Bersih,...
Dorong Energi Bersih, ABCPI Pasang PLTS Atap di Pabrik Karawang
Rekomendasi
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved