Harga Emas Dunia Tembus Rekor Tertinggi saat Investor Mencari Investasi yang Aman
Rabu, 03 September 2025 - 09:15 WIB
loading...
Harga emas mencetak rekor tertinggi karena permintaan untuk logam mulia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Harga emas mencetak rekor tertinggi karena permintaan untuk logam mulia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas dunia melanjutkan tren kenaikan yang sudah terlihat pada hampir sepertiga tahun ini.
Seperti dilansir BBC, harga emas di pasar spot tercatat mencapai USD3.508,50 per ons. Logam mulia ini dipandang sebagai aset yang lebih aman bagi investor selama masa ketidakpastian ekonomi, dan harganya naik lebih awal tahun ini setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif lebih luas yang mengganggu perdagangan global.
Para analis mengatakan, kenaikan harga emas juga didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan. Sentimen tersebut menjadikan emas sebagai prospek yang lebih menarik bagi investor.
Baca Juga: Pemilik Emas Pesta Pora, Harga Diramal Tembus di Atas Rp2 Juta per Gram
Direktur penelitian di BullionVault, Adrian Ash mengatakan dalam program Today BBC bahwa, kenaikan harga emas selama beberapa bulan terakhir benar-benar disebabkan oleh Trump dan "apa yang telah dia lakukan terhadap geopolitik (dan) apa yang telah dia lakukan terhadap perdagangan global".
"Sebenarnya, pemilihan umum AS tahun lalu yang benar-benar memicu hal ini," bebernya.
Analis juga mengutip kekhawatiran tentang independensi bank sentral AS, Federal Reserve sebagai faktor lain yang mendorong harga emas.
Seperti diketahui Trump berulang kali melayangkan kritik keras terhadap ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan baru-baru ini Ia mencoba memecat salah satu gubernurnya, Lisa Cook. Derren Nathan dari Hargreaves Lansdown mengatakan, bahwa itu adalah "upaya Trump untuk melemahkan independensi Federal Reserve Bank" yang telah "mendorong minat baru pada aset safe haven termasuk emas".
Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde memperingatkan, bahwa jika Trump melemahkan independensi Fed, itu akan menjadi "bahaya yang sangat serius" bagi perekonomian global.
Lagarde mengutarakan, jika The Fed terpaksa merespons politik Trump, maka bakal memiliki dampak "sangat mengkhawatirkan" pada stabilitas ekonomi di AS, dan bahkan hingga ke seluruh dunia juga. Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Tembus Level Rp2 Juta per Gram, Berikut Rincian Lengkapnya
Ash menambahkan, ketika harga emas melonjak karena minat investor, biasanya hal itu diimbangi oleh perlambatan pembelian dari China dan India - dua pasar terbesar untuk perhiasan emas. Namun kali ini, katanya, emas terus menemukan permintaan dari China dan India karena, alih-alih keluar dari pasar selama masa harga tinggi, pembeli perhiasan beralih untuk membeli produk emas investasi seperti batangan atau koin.
Seperti dilansir BBC, harga emas di pasar spot tercatat mencapai USD3.508,50 per ons. Logam mulia ini dipandang sebagai aset yang lebih aman bagi investor selama masa ketidakpastian ekonomi, dan harganya naik lebih awal tahun ini setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif lebih luas yang mengganggu perdagangan global.
Para analis mengatakan, kenaikan harga emas juga didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan. Sentimen tersebut menjadikan emas sebagai prospek yang lebih menarik bagi investor.
Baca Juga: Pemilik Emas Pesta Pora, Harga Diramal Tembus di Atas Rp2 Juta per Gram
Direktur penelitian di BullionVault, Adrian Ash mengatakan dalam program Today BBC bahwa, kenaikan harga emas selama beberapa bulan terakhir benar-benar disebabkan oleh Trump dan "apa yang telah dia lakukan terhadap geopolitik (dan) apa yang telah dia lakukan terhadap perdagangan global".
"Sebenarnya, pemilihan umum AS tahun lalu yang benar-benar memicu hal ini," bebernya.
Analis juga mengutip kekhawatiran tentang independensi bank sentral AS, Federal Reserve sebagai faktor lain yang mendorong harga emas.
Seperti diketahui Trump berulang kali melayangkan kritik keras terhadap ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan baru-baru ini Ia mencoba memecat salah satu gubernurnya, Lisa Cook. Derren Nathan dari Hargreaves Lansdown mengatakan, bahwa itu adalah "upaya Trump untuk melemahkan independensi Federal Reserve Bank" yang telah "mendorong minat baru pada aset safe haven termasuk emas".
Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde memperingatkan, bahwa jika Trump melemahkan independensi Fed, itu akan menjadi "bahaya yang sangat serius" bagi perekonomian global.
Lagarde mengutarakan, jika The Fed terpaksa merespons politik Trump, maka bakal memiliki dampak "sangat mengkhawatirkan" pada stabilitas ekonomi di AS, dan bahkan hingga ke seluruh dunia juga. Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Tembus Level Rp2 Juta per Gram, Berikut Rincian Lengkapnya
Ash menambahkan, ketika harga emas melonjak karena minat investor, biasanya hal itu diimbangi oleh perlambatan pembelian dari China dan India - dua pasar terbesar untuk perhiasan emas. Namun kali ini, katanya, emas terus menemukan permintaan dari China dan India karena, alih-alih keluar dari pasar selama masa harga tinggi, pembeli perhiasan beralih untuk membeli produk emas investasi seperti batangan atau koin.
(akr)
Lihat Juga :