Kadin Siap Bantu Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Kamis, 04 September 2025 - 19:31 WIB
loading...
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan kondisi keamanan dan stabilitas nasional telah kembali kondusif setelah sempat terjadi gejolak di sejumlah wilayah. Ia memastikan situasi tersebut tidak akan mengganggu iklim investasi di Tanah Air.
"Dari sisi keamanan sudah kembali lagi, kita bisa lihat di lapangan. Memang ada beberapa titik demonstrasi, tapi itu masih terkendali," ujar Anindya usai menghadiri acara di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/9).
Baca Juga: Kadin Minta Pejabat Peka terhadap Kondisi Masyarakat
Menurut dia, penting bagi Indonesia untuk memberikan gambaran positif kepada dunia internasional mengenai stabilitas nasional, baik politik maupun ekonomi. Upaya tersebut dinilai krusial untuk mengembalikan kepercayaan investor dan mendorong aliran modal asing masuk ke Indonesia.
"Yang paling penting adalah memberikan keyakinan kepada dunia internasional bahwa fundamental ekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih di angka 5,12 persen, inflasi sekitar 2,5 persen, dan sejumlah program pemerintah terus berjalan," katanya.
Anindya menyebut, Indonesia harus terus menjaga kekuatan domestik, terutama konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama perekonomian. Meski menghadapi tantangan global, ia menilai indikator ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif.
"Tentu kita lihat fundamental ekonomi tidak berubah. Nilai tukar rupiah stabil, pasar modal tetap bergerak baik. Namun, ini momentum bagi kita untuk lebih memperkuat pondasi ekonomi," ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha Patungan Bangun 270 Dapur MBG, Habiskan Dana Rp540 Miliar
Ia menambahkan, situasi saat ini memang penuh tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk kebangkitan ekonomi. Kadin, kata Anindya, siap bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas, memperbaiki persepsi internasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di mata investor global.
"Tidak tepat kalau dikatakan semua mudah, karena memang sangat menantang. Tapi paling tidak, kita bisa menggunakan momentum ini untuk bangkit kembali," tegasnya.
"Dari sisi keamanan sudah kembali lagi, kita bisa lihat di lapangan. Memang ada beberapa titik demonstrasi, tapi itu masih terkendali," ujar Anindya usai menghadiri acara di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/9).
Baca Juga: Kadin Minta Pejabat Peka terhadap Kondisi Masyarakat
Menurut dia, penting bagi Indonesia untuk memberikan gambaran positif kepada dunia internasional mengenai stabilitas nasional, baik politik maupun ekonomi. Upaya tersebut dinilai krusial untuk mengembalikan kepercayaan investor dan mendorong aliran modal asing masuk ke Indonesia.
"Yang paling penting adalah memberikan keyakinan kepada dunia internasional bahwa fundamental ekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih di angka 5,12 persen, inflasi sekitar 2,5 persen, dan sejumlah program pemerintah terus berjalan," katanya.
Anindya menyebut, Indonesia harus terus menjaga kekuatan domestik, terutama konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama perekonomian. Meski menghadapi tantangan global, ia menilai indikator ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif.
"Tentu kita lihat fundamental ekonomi tidak berubah. Nilai tukar rupiah stabil, pasar modal tetap bergerak baik. Namun, ini momentum bagi kita untuk lebih memperkuat pondasi ekonomi," ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha Patungan Bangun 270 Dapur MBG, Habiskan Dana Rp540 Miliar
Ia menambahkan, situasi saat ini memang penuh tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk kebangkitan ekonomi. Kadin, kata Anindya, siap bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas, memperbaiki persepsi internasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di mata investor global.
"Tidak tepat kalau dikatakan semua mudah, karena memang sangat menantang. Tapi paling tidak, kita bisa menggunakan momentum ini untuk bangkit kembali," tegasnya.
(nng)
Lihat Juga :