Pak Anies! Ada Laporan Produk Mamin Dilarang Masuk Jakarta, Padahal PSBB Belum Mulai
Jum'at, 11 September 2020 - 18:38 WIB
loading...
Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan, bahwa pihak mendapatkan kabar bahwa ada salah satu anggotanya yang tidak bisa mengirim barang ke Jakarta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, bahwa pihak mendapatkan kabar bahwa ada salah satu anggotanya yang tidak bisa mengirim barang ke Jakarta. Ia mengaku kecewa karena produk makan dan minuman harusnya dikecualikan.
"Saya tadi mendapat kabar dari salah satu pabrik, bahwa pengiriman barang ke Jakarta sudah di setop. Padahal PSBB kan belum mulai juga. Ini sangat mengganggu," katanya saat dihubungi MNC Portal News, Jumat (11/9/2020).
(Baca Juga: PSBB Jakarta Jilid Dua Dekatkan Indonesia Pada Resesi )
Saat ini, lanjut Adhi, pihaknya sedang mencari keterangan lebih lanjut atas larangan pengiriman barang tersebut. Untuk itu, Ia belum mau berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta atas kejadian ini.
"Saya belum dapat informasi yang lengkap. Takutnya ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab. Tapi kalo benar dilarang ini kan sungguh berbahaya karena dampaknya akan besar. Apalagi makanan dan minuman menjadi produk yang dikecualikan karena masyarakat butuh itu," jelasnya.
"Saya tadi mendapat kabar dari salah satu pabrik, bahwa pengiriman barang ke Jakarta sudah di setop. Padahal PSBB kan belum mulai juga. Ini sangat mengganggu," katanya saat dihubungi MNC Portal News, Jumat (11/9/2020).
(Baca Juga: PSBB Jakarta Jilid Dua Dekatkan Indonesia Pada Resesi )
Saat ini, lanjut Adhi, pihaknya sedang mencari keterangan lebih lanjut atas larangan pengiriman barang tersebut. Untuk itu, Ia belum mau berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta atas kejadian ini.
"Saya belum dapat informasi yang lengkap. Takutnya ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab. Tapi kalo benar dilarang ini kan sungguh berbahaya karena dampaknya akan besar. Apalagi makanan dan minuman menjadi produk yang dikecualikan karena masyarakat butuh itu," jelasnya.
Lihat Juga :