Purbaya Sempat Tak Percaya Dilantik Jadi Menkeu: Saya Pikir Saya Ditipu
Senin, 08 September 2025 - 20:26 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa awalnya tidak percaya saat dirinya dipanggil ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (8/9/2025) untuk dilantik menjadi menteri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa awalnya tidak percaya saat dirinya dipanggil ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (8/9/2025) untuk dilantik menjadi menteri. Bahkan Purbaya mengira dirinya ditipu telepon iseng karena diminta ke Istana.
"Ini juga kan kaget, ini kagetan juga. Tadi saya dikasih tahu mungkin baru jam setengah satu. Saya pikir saya ditipu, saya cek yang nelepon nomornya, telepon bener apa nggak. Ternyata betulan, baru saya datang," kata Purbaya usai dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya pun mengaku tidak mengetahui alasan kenapa Presiden Prabowo memilihnya. Purbaya hanya menduga bahwa mungkin dirinya dianggap cukup jago di sektor ekonomi.
Dia juga mengatakan bahwa tidak ada diskusi ekonomi secara khusus dengan Prabowo sebelum dilantik menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Baca Juga: Sri Mulyani Mundur atau Dicopot? Istana Buka Suara
"Kan waktu sarasehan, saya peserta di sana. Mungkin kelihatannya saya cukup jago kelihatannya. Tapi (diskusi ekonomi) yang khusus enggak ada. Hanya beberapa kali saja diskusi ekonomi, tapi tidak baru-baru ini," tutur Purbaya.
Ia mengungkapkan sudah menjadi ekonom selama 25 tahun, dan turut dalam Komite Ekonomi Nasional, serta membantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengatasi krisis Covid-19. "Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu," katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Blak-blakan Soal Strategi Capai Target Ekonomi 8 Persen dari Prabowo
Lebih lanjut, Purbaya mengaku diminta lebih cepat menggenjot pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan target Presiden Prabowo, bahwa ekonomi Indonesia harus tumbuh di kisaran 8 persen untuk menunjang menjadi negara maju.
"Sekarang bisa dibilang ekonomi agak melambat. Kelemahannya ke depan akan kita perbaiki, enggak terlalu sulit kita perbaiki. Ya Anda lihat nanti mungkin 2 bulan, 3 bulan dari sekarang bisa cerah, kelihatan lagi," tandas Purbaya.
"Ini juga kan kaget, ini kagetan juga. Tadi saya dikasih tahu mungkin baru jam setengah satu. Saya pikir saya ditipu, saya cek yang nelepon nomornya, telepon bener apa nggak. Ternyata betulan, baru saya datang," kata Purbaya usai dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya pun mengaku tidak mengetahui alasan kenapa Presiden Prabowo memilihnya. Purbaya hanya menduga bahwa mungkin dirinya dianggap cukup jago di sektor ekonomi.
Dia juga mengatakan bahwa tidak ada diskusi ekonomi secara khusus dengan Prabowo sebelum dilantik menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Baca Juga: Sri Mulyani Mundur atau Dicopot? Istana Buka Suara
"Kan waktu sarasehan, saya peserta di sana. Mungkin kelihatannya saya cukup jago kelihatannya. Tapi (diskusi ekonomi) yang khusus enggak ada. Hanya beberapa kali saja diskusi ekonomi, tapi tidak baru-baru ini," tutur Purbaya.
Ia mengungkapkan sudah menjadi ekonom selama 25 tahun, dan turut dalam Komite Ekonomi Nasional, serta membantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengatasi krisis Covid-19. "Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu," katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Blak-blakan Soal Strategi Capai Target Ekonomi 8 Persen dari Prabowo
Lebih lanjut, Purbaya mengaku diminta lebih cepat menggenjot pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan target Presiden Prabowo, bahwa ekonomi Indonesia harus tumbuh di kisaran 8 persen untuk menunjang menjadi negara maju.
"Sekarang bisa dibilang ekonomi agak melambat. Kelemahannya ke depan akan kita perbaiki, enggak terlalu sulit kita perbaiki. Ya Anda lihat nanti mungkin 2 bulan, 3 bulan dari sekarang bisa cerah, kelihatan lagi," tandas Purbaya.
(akr)
Lihat Juga :