Pos Indonesia Raih 4 Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2025
Rabu, 10 September 2025 - 08:17 WIB
loading...
PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan bergengsi sekaligus menjadi inspirasi dalam implementasi GRC yang canggih dan berkelanjutan dalam ajang Top GRC Awards 2025. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) meraih penghargaan bergengsi sekaligus menjadi inspirasi dalam implementasi GRC (governance, risk, compliance) yang canggih dan berkelanjutan dalam ajang Top GRC Awards 2025. Kemenangan Pos Indonesia ini setelah bersaing dengan 134 perusahaan terbaik se-Indonesia
Acara puncak penghargaan itu digelar di Hotel Raffles Jakarta pada Senin (8/9/2025), setelah proses penilaian intensif selama sekitar dua bulan yang melibatkan wawancara mendalam antara 25 Juni-29 Agustus 2025.
TOP GRC Awards merupakan ajang penilaian, pemberian penghargaan, dan edukasi paling bergengsi dalam tata kelolaperusahaan di Indonesia
Dalam sorotan gemerlap malam penghargaan Top GRC Awards 2025, PT Pos Indonesia tak hanya meraih banyak trofi bergengsi, tetapi juga menempatkan sosok pemimpin sebagai pusat perhatian. Prestasi mereka dirangkum dalam empat penghargaan utama. Pertama, Top GRC Awards 2025 # Star. Kedua, The Most Committed GRC Leader 2025 dianugerahkan kepada Plt Dirut PosIND Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman. Penghargaan ini mengukuhkan integritas personal sebagai ruh dari tata kelola perusahaan. Baca juga: Rayakan HUT ke-279, Pos Indonesia Tegaskan Komitmen Inovasi Berkelanjutan
Ketiga, Golden Trophy Top Achievement dan keempat, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2025 Pos Indonesia. Penghargaan-penghargaan ini diterima secara resmi oleh Komisaris Utama PosIND, Muhammad Budi Djatmiko dan Corporate Secretary Tata Sugiarta.
Budi Djatmiko mengatakan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat PosIND dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik. ”Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan PosIND yang terus berupaya menghadirkan kinerja terbaik dengan menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan,” katanya.
Apa yang membuat Pos Indonesia begitu menonjol? Jawabannya terletak pada komitmen konsisten mereka terhadap praktik GRC digital dan sistematis. Dalam dua tahun berturut-turut(2023 dan 2024), Pos Indonesia berhasil meraih bintang 5. Menjadikannya calon penerima Golden Trophy yang hanya diberikan kepada perusahaan yang mempertahankan level Bintang 5 selama minimal tiga tahun berturut-turut.
Hal ini bukan sekadar gelar, melainkan refleksi dari transformasi mendalam dalam tatanan operasional, terutama melalui adopsi sistem manajemen risiko terintegrasi bernama SIMARIS. Sistem ini mencakup tiga lini pengendalian sekaligus: pencatatan risiko, pengolahan, dan audit internal, ditambah kanal pelaporan digital dan whistle blower system (WBS) sebagai penguat integritas operasional.
Budi Djatmiko yang juga menjabat ketua Komite Audit, mengungkapkan praktik lapangan yang intensif. “Saya aktif turun ke lapangan setiap bulan di berbagai daerah, mengecek langsung dan menyampaikan permasalahan kepada internal audit dan direksi. Penanganan laporan dilakukan rutin dua kali sebulan,” ujarnya.
Pos Indonesia tak hanya bersinar dalam aspek GRC, tetapi juga dalam kinerja keuangan dan operasional. Pertama, pendapatan tahun 2024 mencapai Rp 5,01 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 1,01 triliun, serta laba bersih tumbuh menjadi Rp 747,13 miliar (+2,60 % dari 2023). Kedua, belanja modal (capex) turut meningkat menjadi Rp 274,82 miliar (+4,99 %).
Ketiga, transformasi digital bisnis pun ditingkatkan melalui robotik sorting dan labeling di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta—mencapai efisiensi biaya hingga 40–60 % dan peningkatan produktivitas hingga 2,5 kali lipat. Keempat, kolaborasi strategis dengan e-commerce (Tokopedia, Shopee, TikTok) mendongkrak volume transaksi lebih dari 100 % di tahun 2025. Selain itu, layanan COD Shopee yang diluncurkan mulai Agustus 2025.
Plt Dirut Pos Indonesia Endy Abdurrahman menjelaskan raihan Golden Trophy Top Achievement adalah bukti nyata hasil kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh jajaran direksi, komisaris, dan insan PosIND. Menurutnya, Pos Indonesia tidak hanya menjaga tata kelola yang baik, tetapi juga berupaya agar praktik GRC mampu memperkuat kinerja, melindungi keberlanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. ”Trofi ini bukan akhir, melainkan batu loncatan agar Pos Indonesia terus meningkatkan standar tata kelola untuk menghadapi tantangan global,” katanya. Baca juga: Dilema AI dan Regulasi Berbasis Risiko
Dalam sambutannya sebagai pembicara kunci, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Liman Seto mengatakan, saat ini perekonomian nasional bertautan dengan berbagai hal seperti volatilitas pasar, geopolitik, dan lain-lain. Namun, menurut Haryo, pertumbuhan ekonomi nasional masih solid.
Presiden Prabowo Subianto juga yang telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8%. “Dalam hal ini, praktik GRC bisa menjadi alat untuk transformasi ekonomi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ditambahkan, budaya organisasi pun harus mendukung proses transformasi yang tak mudah. Demikian juga dengan Kolaborasi mutlak diperlukan untuk tercapainya target pertumbuhan ekonomi 8% tersebut. “Kesadaran tentang pentingnya prinsip tata kelola, tentu juga sangat kita perlukan,” jelasnya.
Acara puncak penghargaan itu digelar di Hotel Raffles Jakarta pada Senin (8/9/2025), setelah proses penilaian intensif selama sekitar dua bulan yang melibatkan wawancara mendalam antara 25 Juni-29 Agustus 2025.
TOP GRC Awards merupakan ajang penilaian, pemberian penghargaan, dan edukasi paling bergengsi dalam tata kelolaperusahaan di Indonesia
Dalam sorotan gemerlap malam penghargaan Top GRC Awards 2025, PT Pos Indonesia tak hanya meraih banyak trofi bergengsi, tetapi juga menempatkan sosok pemimpin sebagai pusat perhatian. Prestasi mereka dirangkum dalam empat penghargaan utama. Pertama, Top GRC Awards 2025 # Star. Kedua, The Most Committed GRC Leader 2025 dianugerahkan kepada Plt Dirut PosIND Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman. Penghargaan ini mengukuhkan integritas personal sebagai ruh dari tata kelola perusahaan. Baca juga: Rayakan HUT ke-279, Pos Indonesia Tegaskan Komitmen Inovasi Berkelanjutan
Ketiga, Golden Trophy Top Achievement dan keempat, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2025 Pos Indonesia. Penghargaan-penghargaan ini diterima secara resmi oleh Komisaris Utama PosIND, Muhammad Budi Djatmiko dan Corporate Secretary Tata Sugiarta.
Budi Djatmiko mengatakan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat PosIND dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik. ”Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan PosIND yang terus berupaya menghadirkan kinerja terbaik dengan menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan,” katanya.
Apa yang membuat Pos Indonesia begitu menonjol? Jawabannya terletak pada komitmen konsisten mereka terhadap praktik GRC digital dan sistematis. Dalam dua tahun berturut-turut(2023 dan 2024), Pos Indonesia berhasil meraih bintang 5. Menjadikannya calon penerima Golden Trophy yang hanya diberikan kepada perusahaan yang mempertahankan level Bintang 5 selama minimal tiga tahun berturut-turut.
Hal ini bukan sekadar gelar, melainkan refleksi dari transformasi mendalam dalam tatanan operasional, terutama melalui adopsi sistem manajemen risiko terintegrasi bernama SIMARIS. Sistem ini mencakup tiga lini pengendalian sekaligus: pencatatan risiko, pengolahan, dan audit internal, ditambah kanal pelaporan digital dan whistle blower system (WBS) sebagai penguat integritas operasional.
Budi Djatmiko yang juga menjabat ketua Komite Audit, mengungkapkan praktik lapangan yang intensif. “Saya aktif turun ke lapangan setiap bulan di berbagai daerah, mengecek langsung dan menyampaikan permasalahan kepada internal audit dan direksi. Penanganan laporan dilakukan rutin dua kali sebulan,” ujarnya.
Pos Indonesia tak hanya bersinar dalam aspek GRC, tetapi juga dalam kinerja keuangan dan operasional. Pertama, pendapatan tahun 2024 mencapai Rp 5,01 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 1,01 triliun, serta laba bersih tumbuh menjadi Rp 747,13 miliar (+2,60 % dari 2023). Kedua, belanja modal (capex) turut meningkat menjadi Rp 274,82 miliar (+4,99 %).
Ketiga, transformasi digital bisnis pun ditingkatkan melalui robotik sorting dan labeling di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta—mencapai efisiensi biaya hingga 40–60 % dan peningkatan produktivitas hingga 2,5 kali lipat. Keempat, kolaborasi strategis dengan e-commerce (Tokopedia, Shopee, TikTok) mendongkrak volume transaksi lebih dari 100 % di tahun 2025. Selain itu, layanan COD Shopee yang diluncurkan mulai Agustus 2025.
Plt Dirut Pos Indonesia Endy Abdurrahman menjelaskan raihan Golden Trophy Top Achievement adalah bukti nyata hasil kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh jajaran direksi, komisaris, dan insan PosIND. Menurutnya, Pos Indonesia tidak hanya menjaga tata kelola yang baik, tetapi juga berupaya agar praktik GRC mampu memperkuat kinerja, melindungi keberlanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. ”Trofi ini bukan akhir, melainkan batu loncatan agar Pos Indonesia terus meningkatkan standar tata kelola untuk menghadapi tantangan global,” katanya. Baca juga: Dilema AI dan Regulasi Berbasis Risiko
Dalam sambutannya sebagai pembicara kunci, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Liman Seto mengatakan, saat ini perekonomian nasional bertautan dengan berbagai hal seperti volatilitas pasar, geopolitik, dan lain-lain. Namun, menurut Haryo, pertumbuhan ekonomi nasional masih solid.
Presiden Prabowo Subianto juga yang telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8%. “Dalam hal ini, praktik GRC bisa menjadi alat untuk transformasi ekonomi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ditambahkan, budaya organisasi pun harus mendukung proses transformasi yang tak mudah. Demikian juga dengan Kolaborasi mutlak diperlukan untuk tercapainya target pertumbuhan ekonomi 8% tersebut. “Kesadaran tentang pentingnya prinsip tata kelola, tentu juga sangat kita perlukan,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :