Utang AS ke Negara-negara Lain Melonjak Jadi Rp603.000 Triliun, China Tembus Rp12.500 Triliun
Kamis, 11 September 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Di kawasan Asia, selain Jepang dan China, terdapat Hong Kong dengan kepemilikan USD255 miliar atau setara Rp3.953 triliun, Singapura USD249 miliar atau setara Rp3.859 triliun, India USD219 miliar atau setara Rp3.395 triliun, serta Korea Selatan USD125 miliar atau setara Rp1.938 triliun.
Negara-negara penghasil minyak juga tercatat dalam daftar pemegang surat utang AS. Arab Saudi memiliki USD138 miliar atau setara Rp2.139 triliun, sedangkan Norwegia, salah satu produsen minyak Eropa, menyimpan USD158 miliar atau setara Rp2.449 triliun.
Sementara itu, kawasan pusat keuangan global seperti Kepulauan Cayman dan Bermuda juga menjadi pemegang besar. Cayman Islands menguasai USD419 miliar atau setara Rp6.494 triliun, dan bersama sejumlah yurisdiksi serupa menyumbang porsi signifikan dari total utang luar negeri AS.
Di sisi lain, mantan Presiden Donald Trump sempat menyinggung kemungkinan AS tidak akan melunasi sebagian utangnya kepada negara lain. Dalam pernyataan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada 9 Februari 2025, ia menyebut ada potensi masalah terkait obligasi pemerintah AS. "Kami bahkan melihat ke arah Treasury. Bisa saja ada masalah di sana, dan itu bisa menjadi hal menarik," kata Trump dikutip Reuters.
Meski wacana itu dianggap kecil kemungkinan, pernyataan Trump menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan global. Sebab, potensi gagal bayar utang AS akan mengguncang stabilitas ekonomi dunia, mengingat dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama.
Negara-negara penghasil minyak juga tercatat dalam daftar pemegang surat utang AS. Arab Saudi memiliki USD138 miliar atau setara Rp2.139 triliun, sedangkan Norwegia, salah satu produsen minyak Eropa, menyimpan USD158 miliar atau setara Rp2.449 triliun.
Sementara itu, kawasan pusat keuangan global seperti Kepulauan Cayman dan Bermuda juga menjadi pemegang besar. Cayman Islands menguasai USD419 miliar atau setara Rp6.494 triliun, dan bersama sejumlah yurisdiksi serupa menyumbang porsi signifikan dari total utang luar negeri AS.
Di sisi lain, mantan Presiden Donald Trump sempat menyinggung kemungkinan AS tidak akan melunasi sebagian utangnya kepada negara lain. Dalam pernyataan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada 9 Februari 2025, ia menyebut ada potensi masalah terkait obligasi pemerintah AS. "Kami bahkan melihat ke arah Treasury. Bisa saja ada masalah di sana, dan itu bisa menjadi hal menarik," kata Trump dikutip Reuters.
Meski wacana itu dianggap kecil kemungkinan, pernyataan Trump menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan global. Sebab, potensi gagal bayar utang AS akan mengguncang stabilitas ekonomi dunia, mengingat dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama.
Lihat Juga :