Utang Jatuh Tempo Indonesia Rp800 Triliun, DPR Desak Menkeu Purbaya Susun Strategi
Kamis, 11 September 2025 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Kamrussamad menekankan pentingnya momentum bagi Purbaya untuk menyusun strategi yang jelas terkait penyelesaian utang. "Ini adalah satu momentum yang tepat bagi Menteri Keuangan untuk menyusun strategi dan skenario terhadap pengurangan dan penyelesaian utang dalam jangka menengah dan jangka panjang,” kata Kamrussamad.
Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menjelaskan, bahwa profil utang jatuh tempo pemerintah pada 2026 mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni kurs dan penerbitan utang baru yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut.
Pemerintah memiliki jadwal pembayaran utang jatuh tempo yang bervariasi setiap bulannya sepanjang sisa tahun 2025. Pada bulan April 2025, pemerintah memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp22 triliun. Angka ini meningkat menjadi Rp42,4 triliun di Mei, lalu melonjak tajam ke Rp178,9 triliun pada Juni, menjadi nilai utang jatuh tempo tertinggi sepanjang tahun ini.
Memasuki semester kedua, pembayaran utang kembali menurun ke Rp34,7 triliun di Juli. Namun angkanya naik kembali di Agustus menjadi Rp105,3 triliun, lalu turun menjadi Rp50,7 triliun di September.
Pada triwulan terakhir, utang jatuh tempo mencapai Rp100,7 triliun di Oktober, sebelum menurun menjadi Rp28,7 triliun di November, dan ditutup dengan pembayaran utang sebesar Rp32,1 triliun di Desember 2025.
Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menjelaskan, bahwa profil utang jatuh tempo pemerintah pada 2026 mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni kurs dan penerbitan utang baru yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut.
Pemerintah memiliki jadwal pembayaran utang jatuh tempo yang bervariasi setiap bulannya sepanjang sisa tahun 2025. Pada bulan April 2025, pemerintah memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp22 triliun. Angka ini meningkat menjadi Rp42,4 triliun di Mei, lalu melonjak tajam ke Rp178,9 triliun pada Juni, menjadi nilai utang jatuh tempo tertinggi sepanjang tahun ini.
Memasuki semester kedua, pembayaran utang kembali menurun ke Rp34,7 triliun di Juli. Namun angkanya naik kembali di Agustus menjadi Rp105,3 triliun, lalu turun menjadi Rp50,7 triliun di September.
Pada triwulan terakhir, utang jatuh tempo mencapai Rp100,7 triliun di Oktober, sebelum menurun menjadi Rp28,7 triliun di November, dan ditutup dengan pembayaran utang sebesar Rp32,1 triliun di Desember 2025.
Lihat Juga :