SKK Migas dan Pertamina EP Sinergi Dukung Ketahanan Pangan di Indramayu
Kamis, 11 September 2025 - 21:40 WIB
loading...
Rumah pompa dan reservoir air bersih yang dibangun oleh PT Pertamina EP dan SKK Migas, berlokasi di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu. Fasilitas ini bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman di Kabupaten Indramayu. FOTO/
A
A
A
JAKARTA - SKK Migas bersama Pertamina EP bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kementerian Pertanian dalam program penguatan ketahanan pangan melalui peresmian perbaikan jaringan irigasi dan jalan usaha tani di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/9). Perbaikan infrastruktur sepanjang 718 meter itu merupakan bagian dari kewajiban alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) untuk kepentingan umum, khususnya pengembangan energi migas.
Acara peresmian dihadiri Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Ketua Kelompok Pendaftaran Varietas Tanaman Kementerian Pertanian M. Luthful Hakim, serta Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat. Selain peresmian, dilakukan pula serah terima bantuan sarana produksi dan alat pertanian kepada Pemkab Indramayu.
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%
Eka Bhayu Setta menegaskan bahwa persetujuan alih fungsi LP2B untuk operasi hulu migas ini merupakan yang pertama di Indonesia.
"Peresmian hari ini menjadi tonggak sejarah sinergi antara sektor hulu migas dan sektor pangan, demi tercapainya swasembada energi sekaligus swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo," ujar dia dalam keterangan dalam pernyataan tertulis.
Sementara, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas dan Pertamina EP dalam penguatan infrastruktur pertanian. Ia menegaskan bahwa Indramayu dengan 86.486 hektare lahan LP2B merupakan lumbung pangan Jawa Barat.
"Pembangunan ini akan memperkuat hasil produksi pertanian dan mendorong pencapaian swasembada pangan di Jawa Barat," kata Lucky.
Kajian teknis Universitas Padjadjaran menunjukkan Desa Jatisura layak menjadi lahan pengganti LP2B, meski infrastruktur awalnya masih terbatas. Karena itu, Pertamina EP bersama SKK Migas melakukan peningkatan irigasi tersier dan pengeboran sumur untuk mendukung pengairan 114,85 hektare sawah. Jalan usaha tani berbahan beton juga dibangun untuk memperlancar distribusi hasil panen, terutama pada musim hujan.
Baca Juga: Naik 125%, Pertamina EP Catatkan Laba Rp7,9 Triliun di 2024
Selain pembangunan infrastruktur, Pertamina EP menyalurkan bantuan berupa dua unit traktor rotari, sepuluh unit alat semprot, pupuk organik, agens hayati, serta benih. Direktur Pertamina EP Rachmat Hidajat menegaskan pentingnya keberlanjutan program. "Kami juga melakukan pendampingan kelompok tani selama dua tahun ke depan melalui program tanggung jawab sosial 'Jari Tangan'," ujarnya.
Program ini juga melibatkan partisipasi aktif petani lokal agar infrastruktur yang dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina EP, dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lahan pengganti.
Acara peresmian dihadiri Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Ketua Kelompok Pendaftaran Varietas Tanaman Kementerian Pertanian M. Luthful Hakim, serta Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat. Selain peresmian, dilakukan pula serah terima bantuan sarana produksi dan alat pertanian kepada Pemkab Indramayu.
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%
Eka Bhayu Setta menegaskan bahwa persetujuan alih fungsi LP2B untuk operasi hulu migas ini merupakan yang pertama di Indonesia.
"Peresmian hari ini menjadi tonggak sejarah sinergi antara sektor hulu migas dan sektor pangan, demi tercapainya swasembada energi sekaligus swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo," ujar dia dalam keterangan dalam pernyataan tertulis.
Sementara, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas dan Pertamina EP dalam penguatan infrastruktur pertanian. Ia menegaskan bahwa Indramayu dengan 86.486 hektare lahan LP2B merupakan lumbung pangan Jawa Barat.
"Pembangunan ini akan memperkuat hasil produksi pertanian dan mendorong pencapaian swasembada pangan di Jawa Barat," kata Lucky.
Kajian teknis Universitas Padjadjaran menunjukkan Desa Jatisura layak menjadi lahan pengganti LP2B, meski infrastruktur awalnya masih terbatas. Karena itu, Pertamina EP bersama SKK Migas melakukan peningkatan irigasi tersier dan pengeboran sumur untuk mendukung pengairan 114,85 hektare sawah. Jalan usaha tani berbahan beton juga dibangun untuk memperlancar distribusi hasil panen, terutama pada musim hujan.
Baca Juga: Naik 125%, Pertamina EP Catatkan Laba Rp7,9 Triliun di 2024
Selain pembangunan infrastruktur, Pertamina EP menyalurkan bantuan berupa dua unit traktor rotari, sepuluh unit alat semprot, pupuk organik, agens hayati, serta benih. Direktur Pertamina EP Rachmat Hidajat menegaskan pentingnya keberlanjutan program. "Kami juga melakukan pendampingan kelompok tani selama dua tahun ke depan melalui program tanggung jawab sosial 'Jari Tangan'," ujarnya.
Program ini juga melibatkan partisipasi aktif petani lokal agar infrastruktur yang dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina EP, dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lahan pengganti.
(nng)
Lihat Juga :