Danareksa Tingkatkan Daya Saing UMKM Disabilitas di Medan
Jum'at, 12 September 2025 - 21:57 WIB
loading...
Danareksa menghadirkan program Difablepreneur untuk Indonesia Inklusif yang tahun ini digelar di Kota Medan, Sumatera Utara. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas. Melalui kerja sama dengan Alunjiva, perusahaan kembali menghadirkan program "Difablepreneur untuk Indonesia Inklusif" yang tahun ini digelar di Kota Medan, Sumatera Utara.
Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut ditujukan khusus bagi pelaku UMKM perempuan penyandang disabilitas. Setelah sebelumnya hadir di Yogyakarta, Solo, dan Jepara, pelaksanaan kali ini menyasar 25 peserta pelaku usaha mikro di bidang kuliner dan kerajinan.
Baca Juga: Danareksa Targetkan 1,8 Juta Warga Bandung Nikmati Air Bersih Lewat Indonesia Water Fund
Pelatihan berlangsung secara tatap muka pada 10–12 September 2025 di Medan, dan akan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran daring. Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas usaha melalui materi manajemen keuangan, pemasaran, desain produk, hingga pencatatan keuangan sederhana.
Direktur Manajemen Risiko sekaligus Plt. Direktur Keuangan Holding BUMN Danareksa, Avianto Istihardjo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
"UMKM yang dirintis oleh teman-teman disabilitas masih menghadapi keterbatasan, mulai dari akses modal, pendampingan, hingga akses pasar. Kehadiran Danareksa diharapkan dapat membantu mengurangi keterbatasan tersebut," ujar Avianto dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen dari populasi. Sebagian besar di antaranya memilih jalur wirausaha untuk mengatasi terbatasnya kesempatan kerja formal.
Namun, akses terhadap pelatihan khusus UMKM disabilitas masih relatif minim. Untuk itu, Danareksa bersama Alunjiva melakukan rekrutmen terbuka dengan melibatkan komunitas lokal, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil para peserta.
Baca Juga: Bersama BAZNAS, Holding BUMN Danareksa Salurkan Daging Kurban kepada 3.000 Keluarga di Makassar
Selain memberikan ilmu praktis, program ini juga membangun jaringan, motivasi, dan rasa percaya diri. Dengan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, dan akses pasar, UMKM disabilitas diyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Kolaborasi ini kami harapkan melahirkan ekosistem UMKM disabilitas yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ekosistem inklusif demi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata dan selaras dengan Asta Cita," tutup Avianto.
Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut ditujukan khusus bagi pelaku UMKM perempuan penyandang disabilitas. Setelah sebelumnya hadir di Yogyakarta, Solo, dan Jepara, pelaksanaan kali ini menyasar 25 peserta pelaku usaha mikro di bidang kuliner dan kerajinan.
Baca Juga: Danareksa Targetkan 1,8 Juta Warga Bandung Nikmati Air Bersih Lewat Indonesia Water Fund
Pelatihan berlangsung secara tatap muka pada 10–12 September 2025 di Medan, dan akan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran daring. Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas usaha melalui materi manajemen keuangan, pemasaran, desain produk, hingga pencatatan keuangan sederhana.
Direktur Manajemen Risiko sekaligus Plt. Direktur Keuangan Holding BUMN Danareksa, Avianto Istihardjo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
"UMKM yang dirintis oleh teman-teman disabilitas masih menghadapi keterbatasan, mulai dari akses modal, pendampingan, hingga akses pasar. Kehadiran Danareksa diharapkan dapat membantu mengurangi keterbatasan tersebut," ujar Avianto dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen dari populasi. Sebagian besar di antaranya memilih jalur wirausaha untuk mengatasi terbatasnya kesempatan kerja formal.
Namun, akses terhadap pelatihan khusus UMKM disabilitas masih relatif minim. Untuk itu, Danareksa bersama Alunjiva melakukan rekrutmen terbuka dengan melibatkan komunitas lokal, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil para peserta.
Baca Juga: Bersama BAZNAS, Holding BUMN Danareksa Salurkan Daging Kurban kepada 3.000 Keluarga di Makassar
Selain memberikan ilmu praktis, program ini juga membangun jaringan, motivasi, dan rasa percaya diri. Dengan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, dan akses pasar, UMKM disabilitas diyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Kolaborasi ini kami harapkan melahirkan ekosistem UMKM disabilitas yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ekosistem inklusif demi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata dan selaras dengan Asta Cita," tutup Avianto.
(nng)
Lihat Juga :