Dari Gudang Vaksin ke Pelosok: Pos Indonesia dan Ditjen PKH Sinergi untuk Peternakan Indonesia

Sabtu, 13 September 2025 - 17:04 WIB
loading...
Dari Gudang Vaksin ke...
Pos Indonesia membawa kekuatan besar dalam kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian dan PT Pos Indonesia (Persero) duduk bersama. Momen itu bukan sekadar seremoni, tetapi lahirnya sebuah kesepakatan penting: penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pemanfaatan Layanan Jasa untuk Mendukung Tugas dan Fungsi antara Ditjen PKH dengan PT Pos Indonesia, (11/9/2025).

Di hadapan tamu undangan, Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman menyampaikan, pesan dengan nada penuh optimisme. “Kerja sama ini bukan hanya soal mengantarkan barang dari satu titik ke titik lain. Ini adalah tentang memastikan vaksin, pakan, dan obat-obatan ternak sampai tepat waktu, bahkan hingga desa-desa terpencil. Ini tentang menjamin keberlanjutan peternakan kita dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” tegas Endy.

Logistik dengan Jangkauan Terluas

Pos Indonesia membawa kekuatan besar dalam kolaborasi ini. Dengan jaringan lebih dari 22.000 titik layanan, perusahaan plat merah ini bukan hanya hadir di kota-kota besar, tetapi juga hingga pelosok negeri. Ditambah dengan kemampuan cold chain logistics, produk sensitif seperti vaksin, embrio, atau bibit bisa dipastikan kualitasnya tetap terjaga selama perjalanan.

Baca Juga: Pos Indonesia Dukung GPM Serentak Kementan, Jamin Akses Pangan Masyarakat

Endy menjelaskan bagaimana Pos Indonesia akan memainkan peran penting bagi Ditjen PKH. “Kami siap mengawal distribusi dari gudang vaksin hingga ke kandang ternak di desa. Sistem logistik yang kami miliki mampu menjangkau dari pusat hingga ke daerah terpencil, sehingga tidak ada peternak yang tertinggal dalam akses terhadap kebutuhan penting mereka,” tegasnya.

Kerja sama ini mencakup distribusi vaksin, obat, pakan, hingga pengiriman dokumen penting dan sertifikat dengan jaminan keamanan. Semua ini dirancang untuk mendukung kinerja 23 UPT Ditjen PKH yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sinergi yang Perluas Portofolio Bisnis PosIND

Bagi Ditjen PKH, kerja sama ini menghadirkan solusi distribusi yang lebih cepat, aman, dan merata. Sementara bagi Pos Indonesia, MoU ini menjadi jalan untuk memperluas portofolio bisnis di sektor agro-peternakan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah.

Endy menekankan, MoU ini adalah bagian dari komitmen lebih besar. “Kerja sama ini adalah awal dari ekosistem logistik yang kokoh untuk mendukung kesejahteraan peternak. Kami ingin Pos Indonesia hadir bukan hanya sebagai pengantar barang, melainkan sebagai mitra bagi peternak, bagi masyarakat, dan bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Harapan untuk Peternak Indonesia

Lebih jauh, Endy menegaskan bahwa keberhasilan distribusi logistik ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peternak dan masyarakat luas. Dengan rantai distribusi yang terjaga, kebutuhan pokok sektor peternakan tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas.

“Kami percaya, ketika peternak merasa terbantu dengan akses yang lebih cepat dan aman, maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Dan ketika peternak kita sejahtera, bangsa ini pun semakin kuat,” pungkas Endy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Rekomendasi
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Keamanan Diperketat...
Keamanan Diperketat Jelang Duel Panas Inggris vs Argentina
Berita Terkini
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved