Bank Indonesia Ungkap Alasan Kredit Perbankan Masih Seret

Rabu, 17 September 2025 - 15:41 WIB
loading...
Bank Indonesia Ungkap...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2025 sebesar 7,56 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 yang tumbuh 7,03 persen yoy, namun dinilai masih relatif lemah untuk mendorong laju ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan perlambatan penyaluran kredit masih menjadi tantangan bagi dunia usaha. Dari sisi permintaan, pelaku usaha cenderung menahan ekspansi karena tingginya suku bunga pinjaman. Akibatnya, banyak perusahaan lebih memilih mengandalkan dana internal ketimbang mengajukan kredit ke bank.

"Pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2025 belum cukup kuat meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya," kata Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (17/9).

Baca Juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps ke Level 4,75 Persen

Perry menjelaskan, kondisi wait and see yang dilakukan pengusaha berimbas pada masih tingginya nilai fasilitas pinjaman yang belum dicairkan atau undisbursed loan. Hal ini menunjukkan bahwa meski plafon kredit tersedia, pemanfaatannya belum optimal.

Data BI mencatat, total undisbursed loan pada Agustus 2025 mencapai Rp2.372,11 triliun atau setara 22,71 persen dari total plafon kredit. Rasio tersebut mencerminkan tingginya potensi kredit yang belum tersalurkan ke sektor riil.

Menurut Perry, sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha, dan perdagangan menjadi penyumbang terbesar dalam porsi kredit yang belum dicairkan. Jenis pembiayaan yang paling dominan berasal dari kredit modal kerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved