Asabri Dorong Ekonomi Sirkular lewat Program Bank Sampah di Bandung
Jum'at, 19 September 2025 - 16:37 WIB
loading...
PT Asabri (Persero) meluncurkan program Pengelolaan Limbah Integratif di Lingkungan Peserta Asabri (PILAH) melalui Kantor Cabang Bandung dengan menggandeng Bank Sampah Bersinar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asabri (Persero) meluncurkan program Pengelolaan Limbah Integratif di Lingkungan Peserta Asabri (PILAH) melalui Kantor Cabang Bandung dengan menggandeng Bank Sampah Bersinar. Program ini dipusatkan di Sesko TNI dan Dislitbang TNI AU Bandung, meliputi sosialisasi layanan ASABRI, edukasi lingkungan, hingga peresmian bank sampah dan pengurusnya.
Direktur SDM dan Hukum PT Asabri, Sri Ainin Muktirizka, menyatakan program PILAH tidak hanya menekankan pemilahan sampah, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan yang menghasilkan nilai tambah.
"Program PILAH hadir sebagai langkah kecil dengan dampak besar dalam menjaga bumi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta Asabri," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (19/9).
Baca Juga: ASABRI Beri Layanan Lebih 1.200 Peserta, Total Nilai Manfaat Capai Rp34 Miliar
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan layanan Asabri sembari menanamkan pola pikir bahwa sampah bisa menciptakan nilai tambah. Inisiatif tersebut juga diharapkan menggerakkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengurangi beban sampah kota.
Data Pemerintah Kota Bandung mencatat produksi sampah mencapai lebih dari 1.500 ton per hari. Kondisi itu menegaskan persoalan sampah tidak hanya terkait kebersihan, melainkan juga perilaku dan kesadaran kolektif.
Direktur Umum Sesko TNI, Marsma TNI Setiawan, menekankan, "Bank sampah memberi kita pendekatan baru, bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa menjadi sumber daya."
Sebagai bentuk dukungan, Asabri menyerahkan fasilitas pengelolaan sampah untuk memperkuat operasional bank sampah. Di Sesko TNI, bantuan meliputi motor bak, tempat sampah, timbangan digital, meja, kursi, dan tenda. Sementara itu, di Dislitbangau diberikan gerobak sampah, tempat sampah, timbangan digital, meja, kursi, dan tenda.
Bantuan ini diharapkan menjadi simbol lahirnya kebiasaan baru, di mana pemilahan sampah di lingkungan sekitar dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang bermanfaat. Edukasi melalui bank sampah turut mendorong peserta melihat limbah dari perspektif berbeda, yakni dari barang yang dihindari menjadi sesuatu bernilai.
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, ASABRI Fokus Inovasi Digital dan Layanan
Program bank sampah ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta Asta Cita Presiden terkait harmonisasi kehidupan dengan lingkungan. Masyarakat tidak hanya memperoleh ruang mengelola limbah, tetapi juga kesempatan menumbuhkan nilai ekonomi dan membangun budaya peduli lingkungan.
"Program bank sampah membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh manfaat tambahan, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Di sinilah kesejahteraan dan keberlanjutan berjalan beriringan," jelas Direktur Utama PT ASABRI, Jeffry Haryadi.
Direktur SDM dan Hukum PT Asabri, Sri Ainin Muktirizka, menyatakan program PILAH tidak hanya menekankan pemilahan sampah, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan yang menghasilkan nilai tambah.
"Program PILAH hadir sebagai langkah kecil dengan dampak besar dalam menjaga bumi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta Asabri," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (19/9).
Baca Juga: ASABRI Beri Layanan Lebih 1.200 Peserta, Total Nilai Manfaat Capai Rp34 Miliar
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan layanan Asabri sembari menanamkan pola pikir bahwa sampah bisa menciptakan nilai tambah. Inisiatif tersebut juga diharapkan menggerakkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengurangi beban sampah kota.
Data Pemerintah Kota Bandung mencatat produksi sampah mencapai lebih dari 1.500 ton per hari. Kondisi itu menegaskan persoalan sampah tidak hanya terkait kebersihan, melainkan juga perilaku dan kesadaran kolektif.
Direktur Umum Sesko TNI, Marsma TNI Setiawan, menekankan, "Bank sampah memberi kita pendekatan baru, bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa menjadi sumber daya."
Sebagai bentuk dukungan, Asabri menyerahkan fasilitas pengelolaan sampah untuk memperkuat operasional bank sampah. Di Sesko TNI, bantuan meliputi motor bak, tempat sampah, timbangan digital, meja, kursi, dan tenda. Sementara itu, di Dislitbangau diberikan gerobak sampah, tempat sampah, timbangan digital, meja, kursi, dan tenda.
Bantuan ini diharapkan menjadi simbol lahirnya kebiasaan baru, di mana pemilahan sampah di lingkungan sekitar dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang bermanfaat. Edukasi melalui bank sampah turut mendorong peserta melihat limbah dari perspektif berbeda, yakni dari barang yang dihindari menjadi sesuatu bernilai.
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, ASABRI Fokus Inovasi Digital dan Layanan
Program bank sampah ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta Asta Cita Presiden terkait harmonisasi kehidupan dengan lingkungan. Masyarakat tidak hanya memperoleh ruang mengelola limbah, tetapi juga kesempatan menumbuhkan nilai ekonomi dan membangun budaya peduli lingkungan.
"Program bank sampah membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh manfaat tambahan, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Di sinilah kesejahteraan dan keberlanjutan berjalan beriringan," jelas Direktur Utama PT ASABRI, Jeffry Haryadi.
(nng)
Lihat Juga :