5 Cara Trading Bitcoin Futures Secara Mudah
Sabtu, 20 September 2025 - 14:59 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Bitcoin Futures adalah salah satu instrumen populer di pasar crypto yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap harga Bitcoin di masa depan. Dengan trading futures, kamu bisa membuka posisi long (untung ketika harga naik) maupun short (untung ketika harga turun).
Sebelum melakukan trading futures maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih aplikasi trading futures terbaik . Meski saat ini banyak aplikasi trading crypto namun hanya beberapa yang bisa dianggap terbaik.
Salah satunya dengan menyediakan fitur yang lengkap, beraneka ragam aset crypto yang diperdagangkan seperti BTCUSDT Futures untuk kamu yang ingin melakukan trading futures Bitcoin atau aset crypto lainnya.
Namun, untuk memulai trading Bitcoin Futures, ada beberapa tahapan penting yang perlu dipahami. Berikut adalah 5 tahapan membeli Bitcoin Futures yang bisa menjadi panduan lengkap bagi pemula maupun trader berpengalaman, diantaranya adalah:
1. Memilih Platform Trading yang Tepat
Tahap pertama sebelum membeli Bitcoin Futures adalah memilih platform atau exchange yang tepat. Pemilihan platform sangat penting karena menyangkut keamanan dana, legalitas, fitur, serta biaya transaksi.
Terdapat beberapa platform yang telah mendukung trading futures crypto di Indonesia yang menyediakan fitur leverage dan fitur charting yang lengkap serta cocok untuk trader profesional salah satunya Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain. Pintu Futures adalah fitur trading derivatif di aplikasi Pintu yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berjangka aset crypto dengan leverage.
Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun professional.
Hal yang perlu diperhatikan saat memilih platform:
- Keamanan: pastikan exchange menggunakan sistem enkripsi, cold wallet, dan autentikasi dua faktor.
- Likuiditas: semakin tinggi likuiditas, semakin cepat order dieksekusi.
- Biaya transaksi: cek fee maker dan taker agar tidak memakan profit.
- Antarmuka: pilih yang sesuai dengan gaya trading Anda, apakah sederhana untuk pemula atau profesional untuk trader berpengalaman.
2. Membuat Akun dan Melakukan Verifikasi (KYC)
Setelah menentukan platform, tahap selanjutnya adalah membuat akun. Hampir semua exchange memiliki proses pendaftaran serupa. Kamu hanya perlu mengisi alamat email atau nomor ponsel, membuat kata sandi, lalu melakukan konfirmasi.
Namun, untuk bisa membeli Bitcoin Futures, biasanya kamu diwajibkan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC). Proses ini bertujuan untuk memverifikasi identitas pengguna agar sesuai dengan aturan regulasi. Pada umumnya, kamu harus mengunggah:
- Foto identitas resmi (KTP atau paspor).
- Selfie dengan identitas atau video verifikasi wajah.
- Informasi dasar seperti alamat dan tanggal lahir.
Meskipun terlihat sedikit merepotkan, KYC sangat penting untuk melindungi keamanan dana dan mencegah tindak pencucian uang. Selain itu, exchange biasanya membatasi fitur trading hingga KYC selesai.
Setelah verifikasi berhasil, kamu akan mendapatkan akses penuh, termasuk untuk melakukan deposit, penarikan, dan perdagangan futures. Dengan menyelesaikan tahap ini, akun kamu sudah siap digunakan secara resmi dan lebih aman untuk bertransaksi.
3. Deposit Dana ke Akun Exchange
Tahapan berikutnya adalah mengisi saldo di akun kamu agar bisa membeli kontrak Bitcoin Futures. Proses deposit bisa berbeda tergantung platform yang dipilih.
Platform lokal: Mendukung deposit rupiah melalui transfer bank, e-wallet, atau virtual account. Prosesnya cepat dan praktis.
Platform internasional: Biasanya memerlukan deposit stablecoin seperti USDT atau USDC. Anda bisa membelinya di platform lokal lalu mengirimkannya ke wallet exchange global.
Selain itu, pastikan memahami biaya deposit dan waktu prosesnya. Exchange lokal biasanya gratis atau hanya mengenakan biaya kecil, sedangkan transfer ke luar negeri mungkin memerlukan biaya tambahan.
Untuk pemula, sebaiknya mulai dengan modal kecil dulu agar bisa belajar memahami mekanisme futures. Setelah terbiasa, barulah menambah jumlah deposit sesuai kebutuhan. Jangan lupa juga untuk menyisihkan sebagian dana di wallet pribadi (cold storage) sebagai langkah keamanan.
Dengan saldo yang sudah masuk ke akun, kamu siap melangkah ke tahap berikutnya dengan memilih kontrak futures.
4. Memilih Jenis Kontrak dan Leverage
Setelah saldo tersedia, kamu bisa mulai membuka posisi di pasar Bitcoin Futures. Namun, sebelumnya perlu memahami jenis kontrak dan leverage yang tersedia.
Jenis kontrak futures yang umum:
Perpetual Futures: kontrak tanpa tanggal kadaluarsa, paling populer digunakan.
Quarterly Futures: kontrak dengan masa berlaku tertentu, misalnya 3 bulan.
Kemudian ada leverage, yaitu fasilitas untuk memperbesar posisi melebihi modal. Misalnya, dengan modal $100 dan leverage 10x, Anda bisa membuka posisi senilai $1.000. Beberapa exchange seperti Binance menawarkan leverage hingga 125x, tetapi resikonya juga sangat tinggi.
Trader pemula disarankan untuk mulai dengan leverage kecil, misalnya 2x–5x, agar tidak cepat terkena likuidasi jika harga bergerak berlawanan. Selain itu, kamu juga harus menentukan apakah ingin membuka posisi long (beli) jika memprediksi harga naik, atau short (jual) jika memperkirakan harga turun.
Dengan memahami kontrak dan leverage, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan trading.
5. Eksekusi Order dan Manajemen Risiko
Tahap terakhir adalah mengeksekusi order. Setelah memilih kontrak dan leverage, kamu perlu menentukan harga masuk (entry), ukuran posisi, serta strategi keluar (exit). Ada beberapa jenis order yang bisa digunakan:
Market Order: langsung membeli atau menjual pada harga pasar saat ini.
Limit Order: memasang order pada harga tertentu, baru tereksekusi jika pasar menyentuh harga tersebut.
Stop Order: digunakan untuk melindungi posisi, misalnya stop-loss untuk membatasi kerugian.
Selain membuka posisi, yang tidak kalah penting adalah menerapkan manajemen risiko. Selalu tentukan stop loss sebelum membuka order agar kerugian tidak melebar. Kamu juga bisa menggunakan take profit untuk mengamankan keuntungan otomatis ketika target tercapai.
Gunakan hanya sebagian kecil dari saldo untuk setiap posisi. Misalnya, jangan menggunakan seluruh dana dalam satu order, melainkan alokasikan maksimal 10–20% per posisi. Dengan begitu, jika terjadi kerugian, kamu masih punya cadangan modal untuk mencoba lagi.
Tahap eksekusi ini adalah inti dari trading Bitcoin Futures. Jika dilakukan dengan disiplin, potensi profit bisa maksimal sekaligus menjaga agar risiko tetap terkendali.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan membeli dan trading Bitcoin Futures membutuhkan pemahaman serta tahapan yang jelas. Prosesnya dimulai dari memilih platform yang tepat, membuat akun dan verifikasi KYC, melakukan deposit dana, memilih kontrak serta leverage, hingga mengeksekusi order dengan manajemen risiko yang baik.
Bagi pemula, sangat penting untuk memulai dengan modal kecil dan leverage rendah, sambil terus belajar melalui praktik dan edukasi. Sedangkan untuk trader berpengalaman, fitur-fitur lanjutan seperti stop order, hedging, dan analisis teknikal bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan profit.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Sebelum melakukan trading futures maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih aplikasi trading futures terbaik . Meski saat ini banyak aplikasi trading crypto namun hanya beberapa yang bisa dianggap terbaik.
Salah satunya dengan menyediakan fitur yang lengkap, beraneka ragam aset crypto yang diperdagangkan seperti BTCUSDT Futures untuk kamu yang ingin melakukan trading futures Bitcoin atau aset crypto lainnya.
Namun, untuk memulai trading Bitcoin Futures, ada beberapa tahapan penting yang perlu dipahami. Berikut adalah 5 tahapan membeli Bitcoin Futures yang bisa menjadi panduan lengkap bagi pemula maupun trader berpengalaman, diantaranya adalah:
1. Memilih Platform Trading yang Tepat
Tahap pertama sebelum membeli Bitcoin Futures adalah memilih platform atau exchange yang tepat. Pemilihan platform sangat penting karena menyangkut keamanan dana, legalitas, fitur, serta biaya transaksi.
Terdapat beberapa platform yang telah mendukung trading futures crypto di Indonesia yang menyediakan fitur leverage dan fitur charting yang lengkap serta cocok untuk trader profesional salah satunya Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain. Pintu Futures adalah fitur trading derivatif di aplikasi Pintu yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berjangka aset crypto dengan leverage.
Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun professional.
Hal yang perlu diperhatikan saat memilih platform:
- Keamanan: pastikan exchange menggunakan sistem enkripsi, cold wallet, dan autentikasi dua faktor.
- Likuiditas: semakin tinggi likuiditas, semakin cepat order dieksekusi.
- Biaya transaksi: cek fee maker dan taker agar tidak memakan profit.
- Antarmuka: pilih yang sesuai dengan gaya trading Anda, apakah sederhana untuk pemula atau profesional untuk trader berpengalaman.
2. Membuat Akun dan Melakukan Verifikasi (KYC)
Setelah menentukan platform, tahap selanjutnya adalah membuat akun. Hampir semua exchange memiliki proses pendaftaran serupa. Kamu hanya perlu mengisi alamat email atau nomor ponsel, membuat kata sandi, lalu melakukan konfirmasi.
Namun, untuk bisa membeli Bitcoin Futures, biasanya kamu diwajibkan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC). Proses ini bertujuan untuk memverifikasi identitas pengguna agar sesuai dengan aturan regulasi. Pada umumnya, kamu harus mengunggah:
- Foto identitas resmi (KTP atau paspor).
- Selfie dengan identitas atau video verifikasi wajah.
- Informasi dasar seperti alamat dan tanggal lahir.
Meskipun terlihat sedikit merepotkan, KYC sangat penting untuk melindungi keamanan dana dan mencegah tindak pencucian uang. Selain itu, exchange biasanya membatasi fitur trading hingga KYC selesai.
Setelah verifikasi berhasil, kamu akan mendapatkan akses penuh, termasuk untuk melakukan deposit, penarikan, dan perdagangan futures. Dengan menyelesaikan tahap ini, akun kamu sudah siap digunakan secara resmi dan lebih aman untuk bertransaksi.
3. Deposit Dana ke Akun Exchange
Tahapan berikutnya adalah mengisi saldo di akun kamu agar bisa membeli kontrak Bitcoin Futures. Proses deposit bisa berbeda tergantung platform yang dipilih.
Platform lokal: Mendukung deposit rupiah melalui transfer bank, e-wallet, atau virtual account. Prosesnya cepat dan praktis.
Platform internasional: Biasanya memerlukan deposit stablecoin seperti USDT atau USDC. Anda bisa membelinya di platform lokal lalu mengirimkannya ke wallet exchange global.
Selain itu, pastikan memahami biaya deposit dan waktu prosesnya. Exchange lokal biasanya gratis atau hanya mengenakan biaya kecil, sedangkan transfer ke luar negeri mungkin memerlukan biaya tambahan.
Untuk pemula, sebaiknya mulai dengan modal kecil dulu agar bisa belajar memahami mekanisme futures. Setelah terbiasa, barulah menambah jumlah deposit sesuai kebutuhan. Jangan lupa juga untuk menyisihkan sebagian dana di wallet pribadi (cold storage) sebagai langkah keamanan.
Dengan saldo yang sudah masuk ke akun, kamu siap melangkah ke tahap berikutnya dengan memilih kontrak futures.
4. Memilih Jenis Kontrak dan Leverage
Setelah saldo tersedia, kamu bisa mulai membuka posisi di pasar Bitcoin Futures. Namun, sebelumnya perlu memahami jenis kontrak dan leverage yang tersedia.
Jenis kontrak futures yang umum:
Perpetual Futures: kontrak tanpa tanggal kadaluarsa, paling populer digunakan.
Quarterly Futures: kontrak dengan masa berlaku tertentu, misalnya 3 bulan.
Kemudian ada leverage, yaitu fasilitas untuk memperbesar posisi melebihi modal. Misalnya, dengan modal $100 dan leverage 10x, Anda bisa membuka posisi senilai $1.000. Beberapa exchange seperti Binance menawarkan leverage hingga 125x, tetapi resikonya juga sangat tinggi.
Trader pemula disarankan untuk mulai dengan leverage kecil, misalnya 2x–5x, agar tidak cepat terkena likuidasi jika harga bergerak berlawanan. Selain itu, kamu juga harus menentukan apakah ingin membuka posisi long (beli) jika memprediksi harga naik, atau short (jual) jika memperkirakan harga turun.
Dengan memahami kontrak dan leverage, kamu bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan trading.
5. Eksekusi Order dan Manajemen Risiko
Tahap terakhir adalah mengeksekusi order. Setelah memilih kontrak dan leverage, kamu perlu menentukan harga masuk (entry), ukuran posisi, serta strategi keluar (exit). Ada beberapa jenis order yang bisa digunakan:
Market Order: langsung membeli atau menjual pada harga pasar saat ini.
Limit Order: memasang order pada harga tertentu, baru tereksekusi jika pasar menyentuh harga tersebut.
Stop Order: digunakan untuk melindungi posisi, misalnya stop-loss untuk membatasi kerugian.
Selain membuka posisi, yang tidak kalah penting adalah menerapkan manajemen risiko. Selalu tentukan stop loss sebelum membuka order agar kerugian tidak melebar. Kamu juga bisa menggunakan take profit untuk mengamankan keuntungan otomatis ketika target tercapai.
Gunakan hanya sebagian kecil dari saldo untuk setiap posisi. Misalnya, jangan menggunakan seluruh dana dalam satu order, melainkan alokasikan maksimal 10–20% per posisi. Dengan begitu, jika terjadi kerugian, kamu masih punya cadangan modal untuk mencoba lagi.
Tahap eksekusi ini adalah inti dari trading Bitcoin Futures. Jika dilakukan dengan disiplin, potensi profit bisa maksimal sekaligus menjaga agar risiko tetap terkendali.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan membeli dan trading Bitcoin Futures membutuhkan pemahaman serta tahapan yang jelas. Prosesnya dimulai dari memilih platform yang tepat, membuat akun dan verifikasi KYC, melakukan deposit dana, memilih kontrak serta leverage, hingga mengeksekusi order dengan manajemen risiko yang baik.
Bagi pemula, sangat penting untuk memulai dengan modal kecil dan leverage rendah, sambil terus belajar melalui praktik dan edukasi. Sedangkan untuk trader berpengalaman, fitur-fitur lanjutan seperti stop order, hedging, dan analisis teknikal bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan profit.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(unt)
Lihat Juga :