Siap Mencetak Startup GreenTech Masa Depan di Indonesia
Minggu, 21 September 2025 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
“Masa depan Indonesia ada di tangan entrepreneur yang berani eksekusi. Di UD IMPACT, kami tidak sekadar melahirkan pemimpi, tapi Act-preneurs-founder yang siap membangun bisnis yang relevan dan berdampak. Indonesian Entrepreneur Project jadi penghubung antara talenta muda dengan misi keberlanjutan, melahirkan generasi baru yang akan menjadikan Indonesia pusat inovasi hijau di Asia Tenggara,” ungkap CEO UD Impact Inc, Jeong Heon Kim.
![Siap Mencetak Startup GreenTech Masa Depan di Indonesia]()
UD IMPACT sendiri hadir dengan rekam jejak kuat, setelah melatih lebih dari 25.000 wirausaha di 20 negara dan mencatatkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari program UD Impact yang begitu inspiratif. Lewat program ini, saya berharap para peserta bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan, belajar melalui LMS, mendapat bimbingan dari para mentor, serta mengerjakan tugas-tugas yang bermanfaat untuk perjalanan startup mereka," ungkap Head of pre and post incubation Bandung Techno Park, Universitas Telkom Bandung, Eny Widaryanti.
Eny juga berharap bisa membangun relasi kuat dengan mitra maupun VC yang berpotensi memberikan pendanaan. Yang terpenting, menurutnya yakni melihat lebih banyak startup sukses dan kolaborasi yang semakin erat antara Korea dan Indonesia, sehingga founder dari kedua negara bisa bekerja sama lebih baik dan tumbuh lebih besar.
Turut menambahkan, Fathiro Hutama Reksa Putra, Ph.D, Deputy Director of Business Incubator and Accelerator DKST ITB mengatakan “Melihat inovasi dan ekosistem di ITB, khususnya di kalangan mahasiswa dan startup, program UD IMPACT memiliki potensi besar untuk mendukung mahasiswa kami terus mengembangkan ide-ide bisnis di bidang energi dan keberlanjutan,”.

UD IMPACT sendiri hadir dengan rekam jejak kuat, setelah melatih lebih dari 25.000 wirausaha di 20 negara dan mencatatkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari program UD Impact yang begitu inspiratif. Lewat program ini, saya berharap para peserta bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan, belajar melalui LMS, mendapat bimbingan dari para mentor, serta mengerjakan tugas-tugas yang bermanfaat untuk perjalanan startup mereka," ungkap Head of pre and post incubation Bandung Techno Park, Universitas Telkom Bandung, Eny Widaryanti.
Eny juga berharap bisa membangun relasi kuat dengan mitra maupun VC yang berpotensi memberikan pendanaan. Yang terpenting, menurutnya yakni melihat lebih banyak startup sukses dan kolaborasi yang semakin erat antara Korea dan Indonesia, sehingga founder dari kedua negara bisa bekerja sama lebih baik dan tumbuh lebih besar.
Turut menambahkan, Fathiro Hutama Reksa Putra, Ph.D, Deputy Director of Business Incubator and Accelerator DKST ITB mengatakan “Melihat inovasi dan ekosistem di ITB, khususnya di kalangan mahasiswa dan startup, program UD IMPACT memiliki potensi besar untuk mendukung mahasiswa kami terus mengembangkan ide-ide bisnis di bidang energi dan keberlanjutan,”.
Lihat Juga :